Bogor, GOntornews — Pondok Pesantren Modern Ummul Quro Al Islami Bogor mantap membuka program KMI untuk tahun ajaran baru, diawali dengan melaksanakan Workshop metodologi dan evaluasi pembelajaran Durusullughah untuk 40 guru-guru yang akan mengajarkan materi tersebut.
Pondok yang didirikan oleh KH Helmy Abdul Mubin, Lc., alumni 1975 KMI Gontor pada tanggal 21 Juli 1993 atau bertepatan dengan 01 Muharram 1413 Hijriah. Pada tanggal 10 Juli 1994, pesantren ini secara resmi beroperasi dan menerima santri baru. Saat ini usia pondok telah memasuki 31 tahun sejak awal peletakkan batu pertama.
Kini santri dan santriwati Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami lebih dari 4000 orang serta para alumninya sudah ribuan dan tersebar di seluruh pelosok tanah air, bahkan di mancanegara, seperti Mesir, Yaman, Amerika, Tunisia dan lain sebagainya.
Pondok senantiasa memberikan pelayanan terbaik untuk pendidikan dan pengasuhan seluruh santri-santrianya sesuai dengan visi pondok yaitu terwujudnya generasi Islam yang unggul dalam prestasi, berakhlak mulia, beramal shaleh, dan tekun beribadah sesuai ajaran Islam Ahli As-Sunnah wa Al-Jama’ah.
Lembaga ini mengelola pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) setingkat dengan SMP dan Madrasah Aliyah (MA) setingkat dengan SMA. Kurikulum yang digunakan adalah “Integrated Curriculum” yang mengintegrasikan kurikulum Pesantren Modern dengan kurikulum Pesantren Tradisional (Salaf, Kementerian Agama, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).
Pada tahun ini akan membuka program KMI dengan mengikuti sistem Muadalah. Dalam rangka mematangkan program KMI maka Pimpinan Pondok bekerjasama dengan Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah Universitas Darussalam Gontor Ponorogo, melaksanakan workshop metodologi dan evaluasi pembelajaran materi Durusullughah pada Senin-Selasa, 27-28 Mei 2024 untuk 40 calon guru pengajar materi tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di Hall pertemuan kantor sekretariat pondok.
Hadir sebagai tutor dalam workshop ini 4 Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor yaitu: Dr. Ihwan Mahmudi, M.Pd., pakar evaluasi pendidikan sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Agus Yasin, M.Pd.I., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Program Pascasarjana, Muhammad Wahyudi, M.Pd., Kaprodi PBA S1 dan Dedi Mulyanto, M.Pd., Dosen Prodi PBA UNIDA Gontor.
Tujuan utama dari workshop ini agar bisa meningkatkan kompetensi dan keterampilan, serta kualitas pembelajaran bahasa Arab bagi para pengajar dalam mengajarkan materi, sesuai dengan metode dan strategi yang efektif berpedoman dengan metode Direct Method yang telah diajarkan oleh KH Imam Zarkasyi di KMI Pondok Modern Darussalam Gontor.
Workshop ini dibagi menjadi 5 sesi, sesi pertama terkait metode pengajaran bahasa Arab dalam durusullughah, sesi kedua terkait pengembangan media dan sumber belajar dururusullugah, sesi ketiga tentang starategi pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa Arab, sesi keempat dan kelima diisi dengan microteaching dan evasluasi pembelajaran.
Seluruh peserta diberi kesempatan untuk mengajarkan Durusullughah dengan Direct Method (metode langsung), pembelajarn tanpa menerjemahkan. Kunci yang harus dipegang oleh setiap guru yaitu undhur wa qul. Diharapkan dari program ini seluruh guru-guru siap untuk menyambut santri-santri baru dengan semangat yang baru serta bisa meningkatkan lingkungan bahasa Arab di Pondok. [Fathur]


















