Tunis, Gontornews — Perdana Menteri Tunisia, Habib Jemli, mengatakan bahwa proses penyusunan kabinet pemerintahan telah usai dan telah diajukan kepada Presiden Kais Saied, Rabu (1/1). Meski demikian, pengumuman nama-nama menteri kabinet belum diumumkan secara terbuka.
Setelah pengajuan ke Presiden Kais Saied usai, PM Jemli akan mengajukan kabinet pemerintahannya kepada parlemen, Kamis (2/1). PM Jemli pun diproyeksikan untuk memenangkan dukungan mayoritas anggota parlemen sebelum menjabat.
Pasalnya, sejak terpilih sebagai PM Tunisia, mayoritas parlemen Tunisia terpecah dimana tidak ada partai yang memproleh setidaknya seperempat suara sekalipun partai pemenang pemilu 2019, Partai Ennahda. Jemli diharapkan dapat membangun koalisi yang kokoh agar mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari partai-partai di parlemen.
Dalam konferensi pers yang dilansir Reuters, PM Jemli mengatakan bahwa ia dan jajaran pemerintahannya akan berfokus pada pemulihan kondisi ekonomi. Ia berencana untuk melakukan pemotongan anggaran guna mengurangi defisit publik.
Sebagaimana diketahui, Partai Ennahda memperoleh 52 kursi dari 218 kursi yang diperebutkan dalam pemilihan 6 Oktober 2019 silam.
Sementara Presiden Kais Saied berasal dari independen lantas meminta PM Jemli untuk membangun koalisi yang mampu menyatukan koalisi di parlemen.
Kehadiran Kais Saied sebagai Presiden Tunisia sendiri juga disambut gembira para pendukungnya. Masyarakt menganggap Presiden Kais Saied sebagai sosok yang memiliki integritas tinggi. Ia pun diminta untuk melawan tindakan korupsi, mengeluarkan kebijakan dalam-luar negeri serta keamanan. [Mohamad Deny Irawan]






















