Beirut, Gontornews — Perdana Menteri Lebanon, Saad Al-Hariri, menanggapi dua pesawat tanpa awak milik Israel yang jatuh di pinggiran Kota Beirut, Sabtu (24/8) waktu setempat. Hariri menuduh dua pesawat tanpa awak itu dioperasikan oleh Hizbullah, yang mendapat dukungan dari Iran, demi meningkatkan ketegangan regional.
“(Jatuhnya dua pesawat tanpa awak tersebut merupakan) agresi baru yang merupakan ancaman bagi stabilitas regional dan upaya untuk memancing ketegangan lebih lanjut,” kata Hariri dalam keterangan yang dilansir Reuters.
Seorang juru bicara Hizbullah, Muhammad Afif, menolak tuduhan tersebut. Hizbullah mengaku jatuhnya dua pesawat tanpa awak tersebut memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Afif juga memastikan bahwa pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, akan mengadakan konferensi pers pada hari Ahad (25/8) untuk menjelaskan insiden tersebut.
Insiden ini terjadi beberapa jam setelah pasukan Israel menyerang pasukan Iran dan milisi Syiah di dekat Damaskus, ibukota Syiria. Akibat serangan tersebut, lembaga pemantau perang, Syirian Obervatory for Human Rights, mengatakan bahwa satu warga Iran dan dua orang yang tidak diketahui identitasnya tewas akibat serangan Israel di Damaskus.
Sementara itu, juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Jonathan Conricus mengatakan bahwa pihaknya memang merencanakan peluncuran pesawat tanpa awak yang dipersenjatai beberapa kilogram bahan peledak secara bersamaan dari Israel Utara pada Kamis (23/8). Namun, rencana itu gagal. [Mohamad Deny Irawan]






















