15
Tonton Selengkapnya
27 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 3 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Lembaga

Pondok Pesantren Al-Fatih Gondang Lombok Utara: Eksistensi Dakwah Pesantren di Lombok Utara  

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
3 February 2020
in Lembaga
0
Pondok Pesantren Al-Fatih Gondang Lombok Utara: Eksistensi Dakwah Pesantren di Lombok Utara   

foto: facebook

Tantangan dakwah Islam dan dampak negatif pariwisata di Kabupaten Lombok Utara luar biasa. Pondok Pesantren Al-Fatih Gondang pun siap mengisi ruang gerak dunia dunia pendidikan ala santri. Simak ulasannya!

Berdiri di Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara, Pondok Pesantren Al-Fatih Gondang seolah semakin memarakkan penerapan sistem pendidikan pesantren modern di salah satu lokasi pariwisata tersohor di Nusa Tenggara Barat.

Meski demikian, perkembangan Pondok Pesantren di Lombok Utara terbilang sangat terlambat jika dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lainnya di Pulau Lombok dimana pondok-pondok pesantren berdiri jauh sebelum kemerdekaan

Sementara Pondok Pesantren di Lombok Utara baru mulai berkembang mulai akhir tahun 80-an, dan pondok pesantren Al-Fatih adalah pondok pesantren yang paling baru berdiri. Hingga saat ini, baru ada 4 pondok pesantren Alumni Gontor di Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Terima 1 Ekor Sapi Hewan Qurban dari UPZ Bazma Pertamina

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

UIN Tulungagung Hadirkan Pakar Sudan dan UNIDA Gontor dalam Seminar Internasional Sastra Arab

Keberadaan sistem pesantren modern yang ditawarkan oleh Pondok Pesantren Al-Fatih juga melengkapi keberadaan pesantren tradisional yang sudah berdiri selama puluhan tahun. Meski demikian, tentu saja sistem pendidikan pesantren modern memiliki sejumlah kelebihan dengan membekali para santri baik secara keilmuan maupun keterampilan hidup.

Adalah sosok ibunda Hj Nurkiah yang memberi semangat TGH Lalu Nurul Bayanil Huda untuk mendirikan pesantren di Gondang. Tanah seluas 4700 m2 ditambah bantuan masid dan dua asrama wakaf dari Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syaikh Osamah bin Mohammad Syuaiby, dikelolanya untuk menjadi pesantren.

“Berbekal sebuah masjid dan dua lokal bantuan dari Syaikh Osamah bin Muhammad Syuaiby, Duta Besar Saudi Arabia saat itu, di atas tanah wakaf dari Ibunda Hj Nurkiah seluas 4700 m2 di desa Gondang, saya memulai kegiatan pada tanggal 16 Juli 2018,” kata TGH Lalu Nurul Bayanil Huda kepada Majalah Gontor.

Ustadz Lalu, sapaan akrabnya, memberikan nama Al-Fatih juga bukan tanpa alasan. Bagi Ustadz Lalu, pemberian nama Al-Fatih tidak lepas dari kondisi masyarakat Gondang yang baru saja terlepas dari islam Wetu Telu. Ia pun berharap, alumnus Pondok Pesantren Al-Fatih Gondang dapat memperluas usaha dakwah Islam di wilayah tersebut.

“Saya memberikan nama Al-Fatih dengan harapan santri-santri mampu membuka ladang-ladang dakwah dan memiliki semangat dan jiwa perjuangan sebagaimana Muhamamd Al-fatih.”

“Mengingat daerah dimana pondok ini berdiri adalah termasuk daerah dimana masyarakatnya baru terbebas dari islam Wetu Telu dan masih diperlukan usaha dakwah lagi agar masyarakat lebih memahami Islam lebih sempurna,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Islam Wetu Telu sendiri merujuk pada …..

Sejak berdiri pada 16 Juli 2018, Ponpes Al-Fatih membuka dua lembaga pendidikan yaitu Sekolah Dasar dan Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI). Untuk lembaga pendidikan pertama, Ponpes Al-Fatih Gondang diperuntukkan bagi para murid sekitar tanpa kewajiban mukim. Sementara santri KMI, wajib untuk mukim di asrama.

“Di awal, SD Islam Al-Fatih memiliki 15 santri awal. Namun, mereka tidak kami wajibkan untuk mukim dikarenakan keterbatasan sarana dan prasarana.”

“Oleh karena kami menggunakan sistem Muallimin, kami mewajibkan santri KMI untuk bermukim dan berasrama di lokal yang telah kami siapkan. Untuk santri perdana KMI, kami memiliki 10 santri yang berasal dari sekitar wilayah Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat dan Sumbawa,” imbuh alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor 1992 tersebut.

Sedangkan untuk tahun kedua, jumlah santri SD Islam yang mendaftar di Ponpes Al-Fatih Gondang mencapai 30 orang sedangkan santri KMI sebanyak 25 orang.

Sebagaimana Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponpes Al-Fatih juga tetap menjaga, bahwa apa yang dilihat, didengar, dirasakan serta santri melaksanakan tugas-tugas adalah pendidikan.

“Itulah mengapa meski baru berdiri, jumlah santri terbatas dan kelas tertinggi adalah kelas dua, namun organisasi pelajar tetap dibentuk meski dengan bagian-bagian yang masih terbatas,” ujarnya saat menjabarkan arti penting berorganisasi bagi para santri.

Sebagai ciri khas, Ponpes Al-Fatih Gondang menjadikan Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai role model. “Jika Gontor memiliki 4 sintesa, maka Ponpes Al-Fatih hanya mengambil Gontor sebagai satu-satu sintesanya,” cetusnya.

Di awal pendirian, satu-satunya tenaga pengajar Ponpes Al-Fatih Gondang masih memberdayakan potensi keluarga dalam sistem pendidikan SD Islam. Sementara untuk sistem KMI, Ustadz Lalu menjadi satu-satunya guru alumnus KMI Gontor yang mengajar di Ponpes Al-Fatih.

Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah tenaga guru bertambah. Saat ini jumlah guru yang mengabdikan keilmuan, jiwa dan waktunya di Ponpes Al-Fatih Gondang berjumlah 11 orang yang terdiri dari 4 guru pengabdian Pondok Modern Darussalam Gontor, 2 alumni Pondok Alumni Gontor, dan alumni beberapa perguruan tinggi di Mataram.

“7 orang guru kami tinggal di lingkungan pondok, sementara sisanya tinggal di luar pondok,” sebutnya.

Sementara kegiatan ekstrakurikuler di Ponpes Al-Fatih Gondang terdiri dari latihan pidato (muhadhoroh), kepramukaan, olah raga, kursus menjahit (bagi santri putri). Yang unik, Ponpes Al-Fatih Gondang juga menjadikan peternakan lele sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler santri.

Belakangan, peternakaan lele digunakan untuk menyokong kegiatan pondok selain keberadaan koperasi pelajar dan kantin. Walau demikian, Ustadz Lalu mempergunakan dana yang berasal unit usaha pondok untuk memenuhi kesejahteraan guru. Sementara iuran bulanan santri, sepenuhnya dikembalikan kepada santri.

“Guna menyokong kegiatan pondok, Ponpes Al-Fatih memiliki sumber dana dari Koperasi pelajar, kantin dan peternakan lele.”

“Alhamdulillah, sejak berdiri hingga saat ini kesejahteraan guru 100 Persen dari usaha pondok. Sedangkan iuran santri 100 Persen kembali ke santri,” papar pria yang sempat mengajar di Pondok Pesantren Nurul Bayan itu.

Musibah & Tantangan

Di awal perjuangannya dalam menegakkan dakwah Islam di Lombok Utara, Ponpes Al-Fatih Gondang dihadapkan sejumlah permasalahan pelik. Majalah Gontor mengonfirmasi Ustadz Lalu bahwa musibah Gempa 7.0 Skala Richter dan dampak negatif pariwisata menjadi tantangan dakwah Ponpes Al-Fatih Gondang.

Siapa sangka, tepat 3 bulan sejak berdirinya Ponpes Al-Fatih Gondang, Lombok diguncang gempa berkekuatan 7.0 Skala Richter. Ustadz Lalu berkisah jika saat itu seluruh bangunan mengalami kerusakan.

Meski dilanda bencana, kegiatan di Ponpes Al-Fatih terus berjalan. Sejumlah tenda darurat didirikan sebagai penunjang kegiatan baik di dalam kelas atau pun asrama. Tidak hanya pondok yang mengalami dampak, 90 persen ekonomi para wali santri pun terguncang. Pada saat itu, Ponpes Al-Fatih menggratiskan seluruh biaya pendidikannya.

“Tiga minggu sejak pendirian Ponpes Al-Fatih, gempa bumi 7,0 Skala Richter mengguncang Lombok Utara. Musibah ini menyebabkan seluruh bangunan di pondok mengalami kerusakan. Kegiatan pendidikan selama hampir satu tahun dilaksanakan di bawah tenda-tenda darurat. Pun begitu dengan asrama dan kelas.”

“Tidak hanya itu, gempa juga ‘mengguncang’ ekonomi para wali santri yang memondokkan anak-anaknya di sini (Ponpes Al-Fatih). Alhasil, kami pun menggratiskan seluruh biaya pendidikan kepada santri.”

“Tentu saja, ini memberatkan pondok, namun dengan ma’unah Allah, Alhamdulillah permasalahan ini dapat teratasi. Dan saat ini, santri-santri sudah dapat belajar, tinggal, serta berkegiatan di tempat yang lebih layak,” kata Ustadz Lalu.

Kendala lain adalah meminimalisir dampak negatif pariwisata bagi masyarakat sekitar pondok. Kabupaten Lombok Utara sendiri menjadi salah satu objek wisata berskala internasional dengan 3 gili sebagai andalannya, yakni: Gili Meno, Gili Air dan Gili Trawangan.

Selain membawa dampak ekonomi positif bagi warga, sektor pariwisata juga memberi dampak negatif bagi warga. Karenanya, Ponpes Al-Fatih Gondang merasa bertanggungjawab atas kondisi ini. Ponpes Al-Fatih pun mengaktifkan pembelajarn Diniyah Sore bagi anak-anak. Sebagai informasi, saat ini, ada sekitar 175 santri diniyah yang berasal dari tingkat TK hingga SMA.

“Pondok pesantren Al-Fatih terus berupaya memfilter dampak negatif perkembangan wisata diantaranya dengan mendirikan Diniyah sore sebagai sarana membekali generasi dengan ilmu-ilmu agama dan upaya penanaman akhlaq, yang kegiatannya dimulai dari jam 14.30 s/d 17.30.”

“Saat ini santri-santri diniyah sore lebih kurang 175 dari tingkat TK hingga SMA,” jelasnya.

Perjuangan untuk mendirikan pesantren dengan segala keterbatasan, memang memberikan pelajaran penting setidaknya untuk memperkuat iman kepada Allah swt. Ustadz Lalu pun berujar bahwa mendirikan pondok harus dimulai dengan niat yang ikhlas, Istiqomah dan tidak mudah putus asa.

“Bagi yang ingin mendirikan pesantren, mantapkan niat sebagai ladang dakwah dan perjuangan. Istiqomah tetap kuat jangan putus asa. Jangan ingin cepat besar. Jangan berharap kepada manusia,” tutup Ustadz Lalu. Mohamad Deny Irawan

Tags: Al-FatihGempaGondangMusibahNTB
Share250Tweet157Send
Previous Post

Turki Serang Balik Rezim Suriah Setelah Tentaranya Tewas

Next Post

Mahfud: Evakuasi WNI ke Natuna Aman

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

0
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result