Jember, Gontornews — Pondok Pesantren Baitul Arqom, Balung, Jember pada Jumat (18/10/2024) telah berhasil menggelar Seminar Nasional Leadership dan Pentingnya Hunian Layak bagi Generasi Muda.
Kepada Gontornews.com, Ustadzah Umu Hanifatirrosyidah, guru setempat menjelaskan bahwa acara ini diikuti oleh semua santri dan santriwati, jajaran guru, dan mengundang sejumlah pembicara. Para pembicara yang hadir ialah Prof Dr M Nadratauzzaman Hosen sebagai Dewan Pembina Syariah Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP TAPERA), KH M Faiz Syukron Makmun Lc MA selaku Dewan Pengawas Syariah Bank Tabungan Negara, dan Dr Heru Puyo Nugroho SE MBA bagian Komisioner BP TAPERA.
Disampaikan oleh Prof Dr M Nadratauzzaman bahwa pesantren telah terbukti dalam sejarah sebagai pemersatu bangsa yang membuat bangsa tidak terpecah belah. Karenanya santri harus kuat unbeatable, punya mimpi, disiplin terutama dalam menabung untuk masa depannya.
“Diusahakan santri dibekali soft skill diantaranya kemampuan public communication, juga kemampuan accounting supaya bisa mengatur capital, baik secara pribadi maupun organisasi,” tutupnya.
Pada acara tersebut, KH M Faiz Syukron juga menerangkan bahwa santri sudah terbiasa berhemat, sehingga nanti ketika sudah berkeluarga akan menjadi dasar kuat untuk semangat menabung. Sehingga tidak sulit untuk mendapatkan hunian dengan berhemat.
“Santri Generasi Z harus mulai diberi ruang untuk berbeda pendapat dalam lingkungan pesantren, supaya bisa melatih kognitif dan penerapan ilmu Mantiq untuk bekal ke depan ketika terjun di masyarakat,” ulas sang kiai.
Tak lupa, Dr Heru Puyo Nugroho menambahkan, “Santri Gen Z mempunyai tantangan ekonomi ke depan yang tidak kalah beratnya dengan Gen Y (milenial), akan tetapi Gen Z punya akses global yang bisa dipakai untuk bekal menghadapi tantangan tersebut.”
Negara sejatinya memfasilitasi hunian sebagai kebutuhan primer dengan mensubsidi hunian untuk rakyat, termasuk mempersiapkan caranya. “BP TAPERA sebagai kepanjangan pemerintah ditugaskan menjadi regulator pemenuhan hunian bagi rakyat indonesia,” pungkas Dr Heru.
Wakil Pengasuh Pondok Putri Ponpes Baitul Arqom, Balung, Jember KH Ismat Saudi ME juga menyampaikan bahwa rumah atau baitun merupakan tempat pertama bagi orangtua mendidik dan merawat putra-putrinya. Mengajarkan tentang shalat, mengaji bagi anak-anaknya merupakan tempat yang dirindukan. Apalagi setelah kita jauh dari rumah tetap akan kembali ke rumah. “Semoga rumah akan selalu dilimpahi keberkahan dengan pondasi Islam,” pungkas KH Ismat yang berdiri mewakili KH Izzat Fahd MPdI, pimpinan pondok setempat yang tengah berada di Maroko. [Edithya Miranti]



















