15
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 4 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Post Truth Politics : Waspada Ruwaibidhah dan Gerakan Makar Kaum Kufar

Oleh : Ahmad Sastra, Cendekiawan Muslim

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
12 May 2019
in Kolom
0
Menakar Masa Depan Politik Identitas

Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan, sedangkan orang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu ruwaibidhan berbicara. Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud ruwaibidhah?” Rasulullah menjawab, “Orang dungu yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR Ibnu Majah dalam as Sunan [4042], diriwayatkan juga oleh Abu Abdillah Al Hakim dalam al Mustadrak [4/465, 512], Ahmad bin Hanbal dalam al Musnad [2/291], hadis ini disahihkan Al Albani dalam as Shahihah [1887] as Syamilah).

Rasulullah menyebut era yang penuh tipu daya dengan istilah sanawaatu khadda’atu. Era tipu daya adalah masa dimana kebohongan telah dipercaya sebagai kebenaran, meskipun bertentangan dengan fakta. Era kebohongan ini dikaitkan juga dengan hadirnya pemimpin politik yang bodoh (dungu) yang mengurusi rakyat banyak. Jika menggunakan istilah modern, yang paling tepat sekarang ini adalah era post-truth politics.

Kondisi post truth adalah suatu keadaan di mana fakta kurang berperan untuk menggerakkan kepercayaan umum daripada sesuatu yang berhubungan dengan emosi dan kebanggaan tertentu, dalam tulisan ini kebanggaan itu adalah kepentingan politik. Hal ini bisa dilihat dari tiga kondisi.

Pertama, simulakra. Situasi dimana batas-batas antara kebenaran dan kepalsuan, realitas dan rekaan, fakta dan opini semakin kabur dan sulit untuk diidentifikasi. Realitas yang ada adalah realitas yang semu dan realitas hasil simulasi (hyper-reality).

BACA JUGA

Struktur dan Kultur

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Dari Gontor ke Bulaksumur

Kedua, pseudo-event. Keadaan di mana sesuatu yang dibuat dan diadakan untuk membentuk citra dan opini publik, padahal itu bukan realitas sesungguhnya. Dalam istilah politik praktis disebut sebagai tindakan pencitraan.

Ketiga, pseudosophy. Adalah upaya menghasilkan suatu ‘realitas’ sosial, politik dan budaya yang sekilas tampak nyata, padahal sebenarnya adalah palsu. Masyarakat lalu dikondisikan untuk lebih percaya pada ilusi yang dihasilkan daripada realitas yang sesungguhnya.

Post truth politics adalah era dim ana politik dijadikan sebagai cara untuk meraih kekuasaan dengan melakukan berbagai penipuan, pencitraan dan kecurangan. Para pemimpin di era post truth hanyalah berperan sebagai boneka, sebab ada dalang yang lebih berkuasa berada di belakang layar. Era post truth dalam politik hanya semacam dramaturgi, meminjam teori Guffman. Politik era post truth tidaklah lebih dari sekedar sandiwara yang disutradarai oleh para penjahat yang bengis.

Seseorang atau kelompok yang melancarkan politik post truth akan terus menyuarakan suatu argumen post truth meskipun mereka terus dikritik, telah disuarakan letak kesalahannya dan dibabat habis-habisan oleh para pakar. Kelompok itu tetap merasa diriya benar dan bangga atas kebohongannya, meskipun fakta-fakta menujukkan kebalikannya.

Boneka dalam persoalan politik bisa bermakna perbudakan atau penjajahan. Era post truth politics dalam kontek keindonesiaan bisa dimaknai bahwa sesungguhnya Indonesia sedang dalam era penjahahan negara kafir yang membenci Islam dan kaum muslimin. Para penjajah memanfaatkan orang-orang bodoh yang suka berbohong untuk mejadi antek dan menipu rakyatnya sendiri.

Tipu daya disebut juga dengan istilah makar. Istilah makar dalam Al Qur’an ditujukan kepada perilaku orang-orang kafir yang selalu memusuhi Islam, Rasulullah dan kaum muslimin. Sejak zaman Nabi, kaum kafir selalu memusuhi Islam dan berusaha menghancurkan Islam, ini berlaku hingga hari ini dan seterusnya.

Allah menegaskan gerakan makar kaum kufar dalam Al Qur’an, “Orang-orang kafir itu membuat makar (tipu daya), dan Allah membalas makar mereka itu dan Allah sebaik-baik pembalas makar”. (QS Ali Imran: 54). Salah satu karakter kaum kafir adalah mendustakan Allah. Di era post truth, kaum yang mendustakan Allah dan syariatNya adalah kaum komunisme ateis.

Makar kaum kafir terhadap Nabi banyak sekali bentuk dan polanya. Mulai dari sekedar membenci Rasulullah, menfitnah gila, tukang sihir, memprovokasi untuk memusuhi Rasulullah, hingga berusaha memenjarakan, mengusir, menangkap dan bahkan hingga berusaha membunuh. Gaya makar seperti ini polanya sama dengan gaya komunis ateis dalam memusuhi kaum muslimin di berbagai belahan dunia. Di tangan komunisme ateis, demokrasi telah berubah menjadi diktatorisme.

Benarlah kata Thomas Jefferson (w.1826) yang mengatakan, ”Decline from democracy to tyranny is invitable”. Kemerosotan dari demokrasi menjadi tirani tidak terelakkan. Kondisi politik Indonesia saat ini menunjukkan kemerosotan kualitas demokrasi yang sangat akut, sebab nampak sekali sedang mengarah kepada rezim diktator absolut yang kejam kepada rakyatnya sendiri.

Kondisi diktatorisme telah Allah gambarkan dalam Al Qur’an, “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan makar terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan makar dan Allah menggagalkan makar itu dan Allah sebaik-baik pembalas makar” (QS Al Anfal: 30).

Bahkan orang-orang kafir rela berkorban harta untuk menghancurkan agama Allah. “Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan” (QS Al Anfal: 36).

Orang-orang kafir selalu mencari kawan untuk bisa memuluskan proyek untuk menghancurkan Islam. Orang-orang munafiklah yang dipilih untuk menjadi sekutu dalam memusuhi Islam. Kemunafikan sangat dekat kepada kekafiran, maka mereka bisa saling bekerjasama. Keduanya sangat antusias dalam menghalangi tegaknya Islam.

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut [312], Padahal mereka telah diperintah mengingkari Thaghut itu. dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (QS An Nisa’: 60)

Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu Lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.(QS An Nisa’: 61)

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar (QS Al Anfal: 73)

Namun sejahat apapun makar kaum kafir terhadap Islam dan kaum muslimin, Allah akan menolong hamba-hambanNya yang beriman, sebagaimana Allah telah menolong RasulNya. Sa’ad ra berkata, “ Saya mendengar nabi bersabda, tidaklah seseorang membuat makar (tipu daya) terhadap penghuni Madinah melainkan mereka akan hancur sebagaimana hancurnya garam dalam air (HR Bukhari, 907). Ada beberapa syarat, agar Allah tetap menolong kaum muslimin atas kejahatan makar kaum kufar.

Pertama, berjuang, membela dan menolong agama Allah. “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS Muhammad: 7).

Kedua, istiqoman dalam berjuang dan tidak mengkhianatinya. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS Al Anfal: 27).

Ketiga, berjuang untuk tegaknya Islam kaffah. “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (QS Al Baqarah: 208)

Keempat, berhijrah dan berjihad demi Islam. Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia (QS Al Anfal: 74)

Karena itu duhai kaum muslimin, tetaplah dengan tauhid jangan pernah berkhianat. Teruslah perjuangkan tegaknya Islam, meski kaum kafir dan munafik terus membenci, menfitnah dan memusuhi. Teruslah berdakwah, amar ma’ruf nahi mungkar, meskipun kaum kafir dan munafik terus melakukan makar atas agama Allah. Jangan pernah takut kepada penguasa yang zolim dan bodoh, teruslah melawan dan mencegah kezoliman itu dengan menegakkan Islam.

Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dalam Kitab Fathur Robbani mengatakan, saudaraku, kalian belum berarti apa-apa. Islam kalian dianggap tidak sah. Kalian mengucapkan La Ilaha illalloh, namun mendustakannya, karena dalam batin kalian terdapat banyak tuhan. Rasa takut kalian kepada penguasa dan pemimpin berarti memertuhankan mereka. Bersandar pada usaha, kekuatan, dan kekejaman, berarti itu telah menganggap sebagai tuhan. Melihat baik dan buruk, pemberian dan penolakan makhluk, berarti kalian menjadikan hal tersebut sebagai tuhan kalian. Maka tinggalkan kemusyrikan, bertauhidlah kepada Allah. []

Tags: Post Truth PoliticsRuwaibidhah
Share43Tweet22Send
Previous Post

Layanan Digital Zakat dan Wakaf Terus Meningkat

Next Post

8 Tersangka Teroris Tewas dalam Baku Tembak dengan Aparat Keamanan Saudi

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

0
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result