Where there is a will there is a way. Ketika ada keinginan, pasti ada jalan. Begitu kira-kira kutipan atau frasa yang disampaikan oleh George Herbert dalam karyanya yang berjudul Jacula Prudentum pada tahun 1651. Karya Herbert ini cukup mewakili keinginan besar Muhammad Rommy Oktarius untuk membangun sebuah lembaga pendidikan di kampung halamannya.
Pada tahun 2008, Rommy berkesempatan untuk berangkat dan membimbing jamaah haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Umrah (KBIHU) Assalam. Saat berada di Mina, ia berdoa dan menyampaikan kepada Allah SWT agar keinginan untuk mendirikan pondok pesantren dikabulkan.
Usai menjalani ibadah haji, alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor 1994 itu mendatangi sejumlah lokasi yang diproyeksikan sebagai lembaga pendidikan yang ia cita-citakan. Awal tahun 2010, Rommy bertemu dengan seorang jamaah haji KBIHU Assalam 2008 bernama H Edios Carlos yang merekomendasikan sebuah lokasi di Kabupaten Lahat. Dengan dana terbatas, Rommy berhasil membeli sepetak tanah seluas kurang 1 hektare di Desa Keban Senabing, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
“(Saat itu) tanahnya masih berbentuk semak belukar,” ungkap H Muhammad Rommy Oktarius Lc, yang saat ini memimpin Pondok Pesantren Modern Darussalam Lahat (PPMDL).
Kiai Rommy, sapaan ta’zim para santri, menetap di pondok dan melakukan pembersihan lahan sebelum melakukan seremoni peletakan batu pertama pembangunan PPMDL pada 5 Mei 2010. “Sejak tanggal 5 Mei 2010, dengan tekad dan dukungan penuh dari masyarakat, pesantren ini resmi berdiri dan berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam modern di Sumatera Selatan,” sambungnya.
Kepada Majalah Gontor, Kiai Rommy menambahkan bahwa pendirian PPMDL berangkat dari rasa keterpanggilan untuk ikut berkontribusi mendidik dan mencerdaskan anak di Lahat. Ia berharap kemunculan generasi unggul, yang kuat iman, yang ibadahnya terjaga dan terus memberikan kebaikan bagi masayarat bahkan alam.
“Oleh karena itu Pesantren ini hadir sebagai solusi bagi masyarakat Muslim yang menginginkan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam dengan tetap mengikuti perkembangan zaman,” katanya.
Masyarakat Lahat mayoritas beragama Islam, peduli dengan kegiatan keagamaan, memiliki tradisi keislaman yang kuat, tidak fanatik pada aliran keagamaan tertentu dan sangat mendukung keberadaan lembaga pendidikan Islam semisal pesantren.
Meski demikian, pada awal pendirian PPMDL, banyak masyarakat yang bertanya tentang model pendidikan yang akan ditawarkan. “Masyarakat khawatir PPMDL akan membawa aliran-aliran baru atau sesat,” ucap Kiai Rommy sambil menyampaikan bahwa seiring berjalannya waktu masyarakat menerima, menyambut baik dan mendukung penuh keberadaan serta menyekolahkan anaknya di PPMDL.
Salah satu upaya yang ditempuh PPMDL dalam memperkenalkan pondok ke masyarakat yaitu dengan mengadakan pertemuan rutin bulanan wali santri bersama Pimpinan Pondok, khususnya wali santri menjelaskan tentang pondok.
“Mereka diharapkan menjadi penyambung lidah untuk menjelaskan tentang pondok kepada orang lain. Selain melalui sosialisasi kami juga menggunakan media sosial, serta kerjasama dengan berbagai pihak untuk memperkenalkan sistem pendidikan pesantren yang kami usung,” jelas alumnus Universitas Al-Azhar Mesir itu.
Lembaga yang bernaung di bawah Yayasan Darussalam Lahat-Badan Wakaf PPMDL itu memiliki ciri khas yaitu mengedepankan nilai-nilai keikhlasan dan perjuangan dalam setiap proses pendidikan dan pengajaran. Kiai Rommy menganggap ciri ini penting dalam proses pendidikan terkhusus dalam rangka pembentukan kepribadian santri dengan dasar keislaman yang kuat yang mampu menjadi Mukmin, Muslim, Muhsin serta memiliki karakter kepemimpinan yang siap memimpin di masa mendatang.
Untuk itu, PPMDL mewajibkan para santri untuk tinggal di asrama dan mengikuti seluruh sunnah dan disiplin pondok selama 24 jam penuh. Uniknya, pihak pondok juga membatasi waktu penjengukan wali santri dan keluarganya satu kali dalam sebulan.
Satuan Pendidikan
Saat ini, PPMDL mengelola beberapa satuan pendidikan seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI) (tidak mukim/tinggal di asrama), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) dengan sistem pesantren berasrama 24 jam.
Santri PPMDL saat ini berjumlah 380 orang yang terdiri dari santri jenjang MTS & MA wajib mukim berjumlah 260 santri/santriwati dan santri jenjang MI (tidak mukim) berjumlah 120 santri. Mereka berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Lahat serta berbagai Kabupaten di Sumatera Selatan (Muara Enim, Musirawas, Ogan Ilir) dan sebagian berasal dari luar provinsi lain seperti Riau, Lampung, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Batam.
PPMDL menerapkan Kurikulum KMI (Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah) dan memadukan dengan kurikulum Kementerian Agama guna mencetak guru-guru Islam berintegritas tinggi serta membekali santri dengan ilmu agama dan pengetahuan umum.
Per-April 2025, jumlah guru yang aktif di PPMDL berjumlah 30 orang. Para guru memiliki latar belakang pendidikan agama dan umum seperti: Al Azhar Kairo Mesir, Universitas Gajah Mada, Universitas Darussalam Gontor, Universitas Sriwijaya, Universitas Internasional Sudan hingga Universitas Internasional Yaman.
Sebagai penunjang, PPMDL menyediakan sejumlah fasilitas pembelajaran seperti ruang kelas, asrama, masjid, Balai Latihan Kerja Multimedia, Green House Hydroponic, Bank Sampah, Peternakan Mandiri, laboratorium, perpustakaan, serta fasilitas olahraga dan seni.
Adapun kegiatan ekstrakurikuler di PPMDL yakni Marching Band Majestic Musica Darussalam, pramuka, olahraga, kesenian dan budaya Islam serta klub bahasa dan jurnalistik bagi santri.
Sebagai penunjang kemandirian ekonomi, PPMDL mengelola sejumlah unit usaha seperti koperasi santri, Toko ATK/Fotocopy Laatansa, Hidroponik dan Bank Sampah. Tidak hanya itu, PPMDL juga mengelolah sekitar 10 hektare perkebunan sawit dan karet dengan 8 hektare untuk kebun sawit dan 2 hektare untuk kebun karet.
“Sisanya masih berbentuk tanah belukar atau tanaman liar dan belum dibuka atau dikelola,” ungkapnya merujuk pada 25 hektare lahan yang dimiliki pondok di sejumlah lokasi di Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.
Memasuki usia ke-15 tahun, PPMDL mempersiapkan sejumlah rencana jangka pendek, menengah dan panjang. Sebut saja memproses untuk bergabung dengan satuan pendidikan muadalah (SPM) untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran, melengkapi sarana pendidikan dan pengajaran, melakukan kaderisasi bagi para kader PPMDL ke jenjang yang lebih tinggi dan pendirian perguruan tinggi PPMDL sebagai rencana jangka panjangnya.
“Kami berharap PPMDL bisa terus eksis dan berkembang, mendidik santri/santriwati untuk menjadi mundzirul-qaum di tengah masyarakat dan semakin diterima oleh masyarakat. Harapan dan doa semoga Allah SWT senantiasa membersamai pondok dalam setiap langkah perjuangannya. Semua keluarga besar PPMDL makin memahami arah perjuangan pondok, makin sungguh-sungguh dan totalitas dalam berjuang,” harap Kiai Rommy menyoal peringatan 15 tahun PPMDL pada 5 Mei 2025.
“Bersama -sama kita jaga, kita majukan pondok ini karena pondok ini milik umat. Investasi SDM merupakan investasi jangka panjang, Hasilnya akan dirasakan di masa yang akan datang. Pesantren merupakan tempat terbaik untuk tumbuh kembang anak saat ini. Karena itu memondokkan anak di pesantren merupakan pilihan terbaik karena bermanfaat di dunia dan akhirat,” tutupnya. [] Muhammad Deny Irawan























