Jakarta, Gontornews — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk fokus dalam menangani kasus obat penyebab gagal ginjal yang terjadi di masyarakat. Jokowi meminta sejumlah Kementerian terkait untuk mengutamakan keselamatan masyarakat dan tidak menganggap kecil masalah tersebut.
“Jangan menganggap ini masalah kecil. Ini masalah besar,” ujar Presiden sebagaimana dilansir Sekretariat Kabinet.
Presiden telah memberikan instruksi kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk menghentikan sementara peredaran obat yang diduga menjadi penyebab kasus gagal ginjal. Kebijakan tersebut diambil pemerintah sambil menunggu hasil investigasi yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
“Lakukan ini secara terbuka, transparan, hati-hati dan objektif,” ucap Presiden.
Selain itu, Presiden juga meminta BPOM untuk menarik dan menghentikan peredaran obat sirop yang secara eviden terbukti mengandung bahan obat penyebab gangguan ginjal.
“Saya kira akan lebih bagus lagi kalau diumumkan dan diinformasikan secara luas mengenai nama produknya,” ungkap Presiden.
Tidak hanya itu, Presiden juga telah meminta Kementerian Kesehatan untuk melakukan eksplorasi menyeluruh terkait faktor risiko penyebab kasus gagal ginjal, baik dari sumber obat-obatan maupun potensi penyebab lainnya.
“Ini harus kita pastikan betul. Uji klinis harus dilakukan. Laboratorium seluler pada organ ginjal yang terdampak juga betul-betul dilihat betul sehingga kita bisa memastikan apa yang menjadi penyebab dari gagal ginjal terutama pada anak,” ujar Presiden.
Terakhir, Presiden menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan pelayanan kesehatan termasuk pengadaan obat-obatan yang dapat mengatasi dan menangani masalah gagal ginjal di tanah air.
“Saya minta diberikan pengobatan gratis kepada pasien-pasien yang dirawat. Saya kira ini penting sekali,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]



















