Jakarta, Gontornews — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti perencanaan penganggaran yang kurang tepat dalam sejumlah program di daerah. Presiden mencontohkan penganggaran kurang tepat di suatu kabupaten dalam rangka penanganan stunting. Khusus program stunting, anggaran konkret yang disalurkan hanya 20 persen dari total anggaran, sementara sisanya, digunakan untuk honor rapat dan perjalanan dinas.
“Bapak, Ibu sekalian inilah tugas berat BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) ada di sini. Begitu bisa membalikkan, 80-nya untuk konkret, 20-nya untuk honor, perjalanan dinas dan rapat. Itu baru anggaran APBN, APBD itu produktif,” kata Presiden Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2023 di Gedung BPKP, Jakarta, Rabu, 14 Juni 2023.
Pada kesempatan yang sama, Presiden juga menekankan pentingnya memprioritaskan anggaran perlindungan sosial untuk menanggulangi kemiskinan di sejumlah daerah. Ia berharap masalah-masalah terkait alokasi anggaran ini harus mendapatkan pendampingan dan pengawalan agar produktif.
“Kita tahu masih banyak kemiskinan, daerah kemiskinannya tinggi, tapi anggaran perlindungan sosialnya kurang dari 1 persen, mestinya itu diprioritaskan dulu. Hal-hal seperti ini yang perlu diawasi betul, diidentifikasi masalahnya berikan rekomendasi, dampingi, kawal, agar betul-betul anggaran kita ini produktif betul,” tegas Jokowi sebagaimana dilansir laman presidenri.go.id.
“Ini tugas BPKP, Bapak Ibu sekalian, tugas BPKP sekarang mulai orientasinya ke situ, orientasi hasil arahkan daerah, pusat, semuanya BUMN, Kementerian/Lembaga, hal-hal yang konkret, biar apa? Produktif,” sambung Jokowi.
Sebelumnya, Presiden menjelaskan bahwa upaya pemerintah untuk menuju Indonesia Emas 2045 akan terus digalakan. Salah satunya adalah dengan terus melakukan pengwasan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) secara produktif.
“Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 itu tidak mudah. Di sini lah pentingnya peran pengawasan. Kenapa saya juga sering cek ke lapangan, turun ke bawah? Saya ingin pastikan bahwa apa yang kita programkan itu sampai betul ke rakyat, sampai betul ke masyarakat, karena memang kita lemah di situ,” ucap Presiden.
“Ini perlu saya ingatkan kepada semuanya baik pusat maupun daerah dalam penggunaan yang namanya anggaran,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]





















