pesanan-baju-kaos
32 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 8 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nasional

Prof Amich: Masalah Disparitas Gender di Dunia Pendidikan Harus Segera Ditangani

"Anak perempuan banyak yang tertinggal pendidikannya karena diharuskan membantu orangtuanya mencari nafkah. Karena itu, ke depannya mereka perlu difasilitasi."

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
2 years ago
in Nasional
0
Prof Amich: Masalah Disparitas Gender di Dunia Pendidikan Harus Segera Ditangani

Foto: koran sulindo

Jakarta, Gontornews – Pendidikan di Indonesia masih mengalami disparitas. Kaum perempuan masih tertinggal dibanding kaum laki-laki. Salah satu faktor penyebab terjadinya disparitas dalam dunia pendidikan itu karena masalah keterbatasan ekonomi. “Keterbatasan ekonomi membuat anak laki-laki disekolahkan lebih dulu daripada perempuan,” ujar Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof Amich Alhumami, Ph.D.

Anak perempuan, lanjut Cak Amich –sapaan akrab Prof Amich Alhumami– banyak yang tertinggal pendidikannya karena diharuskan membantu orangtuanya mencari nafkah. Karena itu, ke depannya mereka perlu difasilitasi.

Menurutnya, faktor pengaruh ekonomi ini bisa diatasi dengan memberikan beasiswa atau skema pembiayaan lain yang diperlukan sehingga kaum perempuan itu bisa melanjutkan pendidikan dari satu jenjang ke jenjang yang lain.





Tokoh kelahiran Gresik itu menunjukkan, capaian anak-anak perempuan pada setiap jenjang pendidikan justru menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Bahkan di pendidikan tinggi pun, tingkat partisipasi perempuan lebih tinggi daripada laki-laki. “Tapi kemudian ketika sudah lulus dan masuk ke pasar kerja, itu menunjukkan ketertinggalannya,” jelas Cak Amich dikutip laman republika.co.id.

BACA JUGA

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Pimpinan Darunnajah Jadi Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031

BAZNAS dan AVPN Bangun Sinergi Optimalkan Dampak Program Filantropi Islam

Tapi, perempuan yang memilih untuk menjadi guru dalam pendidikan anak usia dini menunjukkan angka yang positif. “Hal ini perlu disyukuri,” paparnya saat berbicara pada Webinar Pendidikan bertema “Strategi Mengatasi Disparitas Gender di Bidang Pendidikan untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045”, Sabtu (27/9/2024).

Menurut pria yang pernah bergabung dengan International Development Studies (IDS) University of Sussex Inggris ini, banyaknya kaum perempuan memilih profesi guru pada pendidikan anak usia dini itu mungkin disebabkan sifat dasar pengasuhan dan pembimbingan yang ada pada diri perempuan.



“Tentu ini sangat bagus dalam proses tumbuh kembang anak usia dini agar mereka siap menempuh pendidikan formalnya,” kata Cak Amich.

Ia menyebutkan, masalah disparitas gender dalam dunia pendidikan ini perlu ditangani oleh pemerintah. Karena itulah isu kesetaraan gender ini telah diakomodasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan rancangan awal RPJMN 2025-2029 pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurutnya, dari sisi kebijakan dan dokumen perencanaan, isu itu diakomodasi dalam kesetaraan dan keadilan gender.

Dia juga menunjukkan bahwa dalam dokumen 17 Arah Pembangunan Menuju Indonesia 2045 poin IE14 telah dituliskan tentang keluarga berkualitas, kesetaraan gender, dan masyarakat inklusif.

“Jadi untuk memberi payung secara kebijakan di dokumen perencanaan bahwa aspirasi untuk mewujudkan keadilan gender, kesetaraan gender itu diadopsi di dalam dokumen perencanaan, baik jangka panjang (RPJPN) maupun jangka menengah (RPJMN),” papar peraih gelar doktor Antropologi Sosial University of Sussex Inggris itu.

Hal itu juga dikaitkan langsung dengan poin Indonesia Emas 2 (IE2), yakni untuk mewujudkan pendidikan berkualitas yang merata.

“Yang merata itu bisa kita maknai dalam dimensi yang sangat luas, baik apakah dalam konteks kewilayahan, dalam konteks status sosial ekonomi, maupun dalam konteks penduduk laki-laki dan penduduk perempuan yang punya hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas dan merata itu,” terang magister Kebijakan Pendidikan George Mason University Amerika Serikat itu.

Amich Alhumami berbicara di SDG. Foto: Republika.co.id

Dalam pemaparannya, pria yang pernah belajar di Pesantren Maskumambang Jawa Timur, itu mengungkapkan bahwa pendidikan yang diraih anak laki-laki dan anak perempuan di hampir semua jenjang pendidikan memang hampir sama. Namun, pada saat menempuh pendidikan tingkat menengah jumlah perempuan justru berkurang. Dalam persentase penduduk dengan pendidikan minimal SMA, laki-laki tercatat sebanyak 42,62 persen. Sedangkan perempuan hanya berjumlah 37,60 persen.

“Untuk di (jenjang pendidikan) menengah memang ada perbedaan tingkat penyelesaian pendidikan yang pada perempuan itu masih tertinggal, hanya 37,6 persen, sementara yang laki-laki sudah 42,6 persen,” tandas Amich. []

Tags: BappenasDisparitasPendidikan
Share10Tweet7Send
Previous Post

Pendidikan yang Berkeadilan Kunci Memutus Rantai Kesenjangan

Next Post

Insan Cendekia Madani Agendakan Kajian Bulanan Civitas Bertema Meneladani Etos Kerja Rasulullah SAW

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

2 November 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

1 November 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

0
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

0
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

0
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

8 November 2026
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

8 November 2026
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

7 November 2026
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

7 November 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result