Kabul, Gontornews — Pemboman di pusat pendaftaran pemilih di ibukota Afghanistan, Kabul, dan di Provinsi Baghlan telah menewaskan sedikitnya 63 orang dan melukai lebih dari seratus lainnya, kata pejabat kesehatan.
Setidaknya 57 orang tewas di Kabul ketika seorang pembom bunuh diri meledakkan bomnya di depan pintu pusat distribusi ID di kota itu pada hari Ahad (23/4), kata para pejabat.
Enam orang lagi tewas di Kota Pul-e-Khumri Baghlan, ketika kendaraan mereka menabrak bom pinggir jalan di dekat pusat pemungutan suara lainnya. Keenamnya berasal dari satu keluarga.
Kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIS) mengatakan, kelompok itu melakukan serangan di Kabul, tapi tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan Baghlan.
Pemboman Kabul terjadi di daerah Dasht-e-Barchi, di mana banyak dari minoritas Shia Hazara di negara itu berada. Di antara korban banyak wanita dan anak-anak, kata saksi.
“Setelah mendengar ledakan, saya bergegas ke tempat ledakan dan, ketika saya tiba di tempat kejadian, kami membantu banyak orang yang terluka dengan membawa mereka ke rumah sakit,” kata Bashir Ahmad, seorang saksi, sebagaimana dikutip Aljazeera.
“Banyak korban adalah wanita dan anak-anak yang ada di sini untuk mendapatkan kartu identitas mereka dan mendaftar untuk pemilihan,” tambah Ahmad.
Wahid Majro, juru bicara kementerian kesehatan umum, mengatakan lima anak kecil dan 21 wanita tewas dalam serangan itu. “Jumlah korban masih bisa bertambah, ” katanya kepada kantor berita Associated Press. [Rusdiono Mukri]





















