Jakarta, Gontornews — Peduli terhadap saudara-saudara di Bumi Syam yang menghadapi musim dingin dengan keterbatasan, Rabbani sebagai perusahaan garment yang bergerak dalam bidang retail busana muslim Indonesia berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Komitmen tersebut mereka umumkan dalam acara bertajuk “Para Pahlawan di Balik Para Pahlawan” bertempat di Menara 165 Jakarta pada hari ini, Jumat (20/11/2020).
Ridwanulkarim selaku Vice of Marketing Director Rabbani menyampaikan bahwa Rabbani tidak hanya sekedar terlibat namun akan berkontribusi langsung terhadap perjuangan Palestina.
βTerlibat langsung dalam perjuangan Palestina adalah kewajiban kita semua sebagai muslim. Palestina adalah tanah yang diberkahi dan merupakan kiblat pertama umat Islam. Kita sebagai muslim berkewajiban untuk selalu menjaganya. Khusus untuk musim dingin ini yang memang musim yang paling berat bagi saudara kita di sana,” sebutnya.
Di samping suhu yang sangat ekstrim sambung Ridwanulkarim suasana pergolakan merupakan tantangan bagi para saudara-saudara di sana, dengan pasokan bahan makanan dan infrastruktur yang terbatas.
“Maka dengan itu Rabbani akan berkomitmen untuk berkontribusi untuk sedikit meringankan beban mereka,β tegasnya.
Kedepannya sambung Ridwanulkarim, Insya Allah Rabbani akan selalu berusaha keras meningkatkan penjualan, khususnya yang bertema Palestina pada produk Rabbani.
β10x-nya disisihkan untuk perjuangan Palestina. Insya Allah dari hasil penjualan langsung bukan dari keuntungan. Kami berharap dan tentunya berdoa dengan campaign bersama Ini, bukan hanya semata simbolis saja, tetap diteruskan oleh aksi nyata oleh semua muslim di Indonesia khususnya dan di dunia padi umumnya,β tambah Ridwanulkarim di tengah peresmian acara βPara Pahlawan di Balik Para Pahlawanβ.
Peresmian acara βPara Pahlawan di Balik Para Pahlawanβ sebagai bentuk komitmen aksi nyata kolaborasi ACT dan Rabbani untuk bantu warga Gaza menyambut musim dingin.
Sejauh ini, jumlah penduduk yang miskin sebesar 1.167.960 dan yang mengalami kemiskinan ekstrem di Palestina berjumlah lebih dari 700 ribu orang. Dilaporkan dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB atau OCHA, terdapat lebih dari 8.000 keluarga yang tinggal di rumah tak layak yang menempatkan mereka pada risiko besar musim dingin ini.
Lebih dari 2.203.699 warga Gaza pun terjebak di bawah blokade tanpa henti dan menghadapi perjuangan harian dengan kekurangan listrik, bahan bakar, dan gas untuk memasak.
Ibnu Khajar selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap juga menyambut kolaborasi ini dengan antusias. Hal ini karena, selama musim dingin, infrastruktur Gaza tidak dapat memenuhi permintaan stasiun pompa limbah yang sudah beroperasi dengan kapasitas yang semakin menurun, akibatnya seluruh wilayah kebanjiran.
“Musim dingin yang datang setiap tahun ini juga yang membuat Aksi Cepat Tanggap (ACT) berikhtiar mendampingi penduduk Palestina yang sedang dirundung konflik kemanusiaan,” sebutnya.
Bantuan dari para dermawan salah satunya dari Rabbani,ungkap Ibnu Khajar akan didistribusikan untuk penduduk yang menjadi korban konflik kemanusiaan dan menjadi pengungsi internal.
“Rabbani merupakan salah satu korporasi yang peduli terhadap isu dan permasalahan kemanusiaan, kerjasama dengan ACT ini memiliki tujuan untuk membantu saudara muslim di negara SKDI saat musim dingin melalui aksi-aksi nyata lembaga,” sambungnya.
Tak lupa Ibnu Khajar berharap semoga hal ini menjadi kebaikan positif yang bisa diikuti oleh private sector lainnya.
“Kolaborasi ini merupakan rasa kepedulian yang kita wujudkan dalam aksi nyata dalam menciptakan impact yang lebih besar lagi,” tutup Ibnu. [Fathur]






















