Banda Aceh, Gontornews — Kepedulian Rakyat Aceh terhadap tragedi kemanusian yang terjadi di Suriah sangat besar. Sebanyak 1.000 ton beras dan sejumlah uang berhasil dikumpulkan untuk membantu korban peran di Suriah.
Sumbangan yang terkumpul melalui acara tabligh akbar di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh rencananya akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT).
Kepala Cabang ACT Aceh, Husaini Ismail, menjelaskan, tim pengiriman bantuan akan menempuh jalur darat menuju kota Medan sebelum diberangkatkan ke tujuan, yakni transit di Turki lalu menuju Suriah.
“1000 ton yang terdiri dari 40 kontainer itu akan dibawa konvoi ke Medan. Setelah kita lepas di Masjid Raya Baiturrahman, Nantinya tim akan menempuh jalan darat ke pelabuhan Belawan lalu kemudian menuju Turki,” jelasnya, JITU.
Meskipun terbentang jarak ribuan kilometer antara Aceh dengan Suriah, namun, Huasini menyaksikan masyarakat di kota yang dijuluki Serambi Mekkah itu seperti memiliki keterikatan dengan penduduk Syam (Suriah).
“Tadi pagi ada ibu-ibu bawa enam karung (beras). Lalu ada tukang becak datang, ‘boleh ga saya menyumbang ala kadarnya?’, saya katakan boleh berapa saja kita terima,” tutur Husaini.
Selain itu, Senior Staff Marketing ACT cabang Aceh Lisdayanti juga menceritakan, selama beberapa hari, dirinya terus berupaya menggalang bantuan dari para orang tua murid ke sekolah-sekolah. Dari penggalangan itu Lisda berhasil memperoleh bantuan berupa uang sebesar 17 juta rupiah yang dia sebutkan akan digunakan untuk operasional dapur rakyat di Suriah.
“Alhamdulillah, direncanakan hari ini menyerahkan 27 juta. Tapi setelah saya sosialisasikan lagi, jadi bertambah 19 juta. Penggalangan tadi jadi total 46 juta,” tutur Lisda.
Menurut Lisda, kepedulian Rakyat Aceh tidak terlepas dari mereka yang teringat anak-anak mereka sendiri ketika melihat anak-anak Suriah yang menjadi korban. Sedekah tersebut sebagai tanda syukur mereka karena bisa menikmati berbagai macam nikmat pada hari ini.
Tabligh akbar dihadiri oleh Syaikh Ali Jaber dan Ustadz Herwibowo. Hadir pula para tokoh agama dari Aceh dan Papua, di antaranya Ustadz Fadlan Garamatan, Tengku H.M. Yusuf AW, Tengku H. Zamhuri Ramli, dan Tengku H. Nuruzzahri. [Devi Lusianawati]





















