Riyadh, Gontornews — KTT Liga Arab yang dihadiri para Pemimpin Arab telah digelar Minggu (15/4) di Riyadh, Arab Saudi. Dalam pertemuan tersebut para pemimpin Arab tidak membahas soal serangan AS dan Sekutu ke tiga tempat yang dianggap sebagai Situs Senjata Kimia di Suriah sehari sebelum KTT digelar.
Dikutip Laman Aljazeera, Juru bicara KTT menyampaikan bahwa para pemimpin Arab itu akan membahas konflik Suriah tetapi bukan mengenai serangan yang menargetkan situs-situs dekat Damaskus serta di provinsi Homs. Namun, Para pemimpin tersebut menyerukan agar dilakukan penyelidikan internasional untuk masalah tersebut.
“Para pemimpin Arab mengutuk penggunaan senjata kimia di Suriah oleh Rezim berkuasa,” jelas Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir setelah KTT.
Sebelumnya, Arab Saudi, Bahrain dan Qatar telah mengeluarkan pernyataan untuk mendukung tindakan tersebut. Sementara Mesir, Irak dan Libanon menyatakan keprihatinan terhadap serangan di Suriah baru ini.
Presiden Suriah, Bashar al-Assad, membantah menggunakan atau memiliki senjata kimia seperti yang dilontarkan AS dan Sekutu. Ia juga tidak hadir pada pertemuan itu setelah Suriah ditangguhkan dari Liga Arab pada tahun 2011 lalu.
Membahas Soal Yerussalem
Dalam pernyataan penutup KTT Liga Arab, para pemimpin Arab tersebut menolak keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Mereka menganggap bahwa kebijakan tersebut tidak sah dan tidak sah.
Menurut mereka, Trump telah melanggar hukum internasional dengan mengumumkan kedutaan AS yang akan dipindah ke Yerusalem. Hal itu telah menarik kecaman internasional dan memicu gelombang protes panas di seluruh dunia.
“Kami telah menyepakati bahwa Jerusalem Timur adalah bagian tak terpisahkan dari tanah Palestina,” kata Raja Saudi Salman yang juga hadir dalam KTT Liga Arab itu.
Menurutnya, Status Yerusalem, yang merupakan rumah bagi situs agama suci dan memiliki arti khusus bagi umat Muslim, Kristen dan Yahudi, telah lama menjadi topik sensitif dan salah satu isu inti dalam konflik Israel-Palestina.
Sebagai tanggapan, Arab Saudi mengganti nama KTT tahun ini “Quds (Jerusalem) Summit”.
Sementara itu, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan kebijakan Trump tersebut bukan saja telah melanggar hukum internasional, namun juga sebuah kemunduran bagi hubungan internasional.
“Washington telah mengambil file Yerusalem dari meja perundingan,” katanya.[Devi Lusiana]




















