Kuala Lumpur, Gontornews — Platform media sosial facebook membantah melegalkan ujaran kebencian terhadap etnis Rohingya sepanjang masa pandemi Covid-19. Bantahan ini terlontar menyusul munculnya ujaran kebencian dan informasi palsu pada laman facebook terhadap pengungsi Rohingya di Malaysia.
Reuters melansir ada sebuah grup berisi 10.000 orang anggota yang menginginkan seluruh entis Rohingya mati.
Pada 2018, sejumlah pengguna menggunakan facebook untuk menghasut tindak kekerasan terhadap etnis Rohingya. Tahun lalu, facebook telah menghabiskan lebih dari 3,7 Miliar Dollar AS untuk memperbaiki fitur keselamatan dan keamanan pada platofrmnya.
“Pernyataan bahwa facebook tidak berkomitmen untuk menangani keselamatan dan keamanan adalah tidak akurat dan tidak mencerminkan investasi signifikan yang telah kami lakukan untuk menangani konten berbahaya pada platform kami,” ungkap Juru bicara facebook kepada Reuters.
Terkait hal ini, facebook Malaysia telah menghapus 12 dari 36 halaman grup yang berisi seputar ujaran kebencian terhadap etnis Rohingya. Namun, facebook belum menghapus Lima halaman lain yang berisi konten anti-migran sebagaimana rekomendasi Reuters.
“Kami tidak mengizinkan orang untuk memposting perkataan yang mendorong kebencian atau ancaman kekerasan di facebook. Kami akan menghapus konten ini segera,” tambahnya.
Aktifis Hak Asasi Manusia dari Fortify Rights, John Quinley, mengatakan ujaran kebencian yang tersebar melalui media sosial dapat memicu kekerasan fisik serta penganiayaan terhadap kelompok tertentu.
“Ujaran kebencian semacam ini dapat menyebabkan kekerasan fisik dan penganiayaan terhadap seluruh kelompok. Kami melihat ini terjadi di Myanmar,” kata Quinley.
Sebagai informasi, Malaysia telah lama bersahabat dengan etnis Rohingya. Malaysia menerima lebih dari 100.000 pengungsi Rohingya sekalipun, secara resmi, tidak mengakuinya sebagai pengungsi.
Beberapa sentimen pada bulan April, lantas, mengubah pandangan tersebut. Sejumlah pihak menuduh entis Rohingya menyebarkan virus Covid-19. Ujaran kebencian pun seketika merebak di media sosial facebook yang digunakan hampir 70 persen total penduduk Malaysia yang berjumlah 32 juta orang. [Mohamad Deny Irawan]





















