Jakarta, Gontornews — Musim haji 1439H/2018M, jamaah haji Indonesia dapat melakukan perekaman sidik jari dan verifikasi data biometriks di embarkasi. Terobosan baru ini terungkap dalam pertemuan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dengan delegasi Arab Saudi.
“Terima kasih atas kemudahan yang diberikan ini, karena sangat membantu jamaah haji Indonesia,” kata Menag Lukman saat menerima rombongan delegasi Arab Saudi di ruang kerjanya, Jakarta, Selasa (22/05). Ikut mendampingi Menag, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis dan Direktur Bina Haji Khoirizi.
Menag mengapresiasi kunjungan delegasi Saudi, terlebih membawa kabar baik tentang perhajian Indonesia.
“Saya sangat bersyukur atas kunjungan dan kabar baik ini, karena sangat membantu proses haji tahun ini dan ke depan. Kabar baik ini bagi bangsa Indonesia, tidak hanya jamaah haji Indonesia,” ujar Menag.
“Saya akan kabarkan kabar baik ini kepada Pak Presiden Jokowi. Semoga pertemuan dengan Dirjen PHU-Kerajaan Arab Saudi beberapa waktu lalu itu bisa ditindak lanjuti,” sambungnya.
Sebelumnya, ketua delegasi Arab Saudi Sulaiman Bin Abdul Azis Al Yahya menyampaikan kedatangannya bersama rombongan selain bersilaturahim, juga memberi kabar baik tentang perhajian Indonesia kepada Menteri Agama secara langsung.
“Pengambilan sidik jari dan data Biometriks jamaah haji Indonesia bisa dilakukan di embarkasi, dan akan dilakukan uji coba tahun ini,” kata Sulaiman.
Bahkan, lanjutnya, ini merupakan hadiah kerajaan Saudi Arabia kepada bangsa Indonesia. Sebab, jamaah Indonesia dinilai merupakan tamu Allah yang ramah-ramah di Saudi Arabia.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis menyampaikan bahwa tahun ini, jamaah haji Indonesia akan melakukan sidik jari dan verifikasi data biometriks di 13 embarkasi.
Selain itu, lanjut Sri Ilham Lubis, jamaah haji Indonesia juga akan mendapatkan kemudahan terkait dengan tas-tas jamaah. Sebab, tas mereka akan diangkut langsung ke hotel. Pada semua tas jamaah, nantinya sudah tercantum nomor kamar hotel masing-masing.
“Pengambilan sidik jari dan data biometriks jamaah haji Indonesia dilakukan di 13 embarkasi. Ini akan sangat memudahkan dan mengurangi lamanya waktu antre di bandara,” tutup Sri Ilham Lubis. [Fathurroji]


















