Dhaka, Gontornews — Pemerintah Myanmar dan Bangladesh bersepakat untuk memulai repatriasi warga Rohingya pada pertengahan bulan November mendatang. Pernyataan ini disampaikan oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri Bangladesh, M Shahidul Haque pasca pertemuan kelompok the Joint Working Group (JWG) dalam repatriasi warga Rohingya, Selasa (30/10) sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Berita Bangladesh, United News of Bangladesh (UNB)
“Kami berharap dapat melakukan repatriasi tahap pertama pada pertengahan November mendatang,” kata M Shahidul Haque sebagaimana dilansir Dhaka Tribune.
Dalam pertemuan yang dilangsungkan di Wisma Meghna di Dhaka, Shahidul bertemu dengan perwakilan Kementerian Luar Negeri Myanmar, Myint Thu. Keduanya membicarakan perincian langkah repatriasi warga Rohingya.
Lebih lanjut, UNB mengabarkan jika JWG berencana untuk mengunjungi kamp pengungsian di Cox’s Bazar untuk melihat kondisi terkini warga Rohingya.
“Anda akan mendaptkan jawaban dari pertanyaan anda hari ini,” kata Shahidul sambil menyatakan bahwa pihaknya akan berusaha mengembalikan warga Rohignya dengan aman dan nyaman.
Sementara itu, Mynt Thu mengatakan bahwa pertemuan antara kedua belah pihak perihal repatriasi warga Rohignya berjalan dengan ramah, jujur dan mencapai hasil yang nyata untuk mensukseskan upaya repatriasi.
“Kami telah menunjukkan kemauan politik kami, fleksibilitas, dan kemampuan untuk mengakomodasi waktu repatriasi yang mungkin terjadi pada awal-awal bulan,” kata Myint Thu.
“Kami juga telah mempromosikan sejumlah kebijakan publik (kepada mereka),”
“Sejumlah tindakan telah dilakukan untuk memastikan keamanan sekitar saat mereka pulang,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]






















