Ponorogo, Gontornews — Dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi pesantren serta meningkatkan daya saing produk-produk unggulan berbasis nilai kepesantrenan, tim Pengabdian Masyarakat Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melaksanakan program Revitalisasi Sistem Pemasaran Berbasis Nilai Kepesantrenan pada Unit Usaha Beverage La Tansa Gontor sepanjang Juni hingga Desember 2025.
Program ini berfokus pada penguatan identitas merek, optimalisasi pemasaran digital, serta peningkatan kapasitas manajemen usaha melalui pendekatan edukatif dan pendampingan intensif.
Kepada Gontornews.com, Ustadzah Iif Atikah MPd menginformasikan bahwa kegiatan diawali dengan survei dan observasi lapangan pada 23 Juni 2025, diikuti diskusi internal tim pada akhir Juli 2025 melalui Zoom Meeting. Tahap awal ini dilakukan untuk memetakan kondisi eksisting La Tansa Beverage, sebuah unit usaha yang telah berjalan sejak 2012 dan memproduksi aneka minuman serta es krim yang menjadi favorit santri.
Hasil observasi menunjukkan bahwa meskipun memiliki potensi besar dan berada dalam ekosistem pesantren yang kuat, usaha ini menghadapi beberapa kendala strategis, terutama pada aspek identitas merek, desain kemasan, dan efektivitas pemasaran digital.
Masalah utama mencakup visual branding yang belum kompetitif, kurangnya diferensiasi merek, strategi pemasaran yang masih konvensional, hingga terbatasnya pemanfaatan media sosial sebagai kanal pemasaran modern. Tim PKM juga menemukan bahwa keterlibatan para guru dan santri sebagai agen pemasaran belum maksimal karena minimnya wawasan terkait marketing digital dan manajemen konten. Kondisi ini mendorong tim untuk merancang program revitalisasi menyeluruh yang integratif dan berbasis nilai kepesantrenan.
Memasuki tahap pelaksanaan bulan Juli hingga Oktober 2025, tim pengabdian melakukan penyusunan desain identitas merek baru, yang kemudian diimplementasikan dalam bentuk rebranding dari “La Tansa Beverage” menjadi “Khizanah Beverage & Dessert”. Rebranding ini meliputi pembuatan logo baru, desain kemasan dengan tampilan lebih modern namun tetap menggambarkan kesederhanaan dan etos dakwah pesantren, hingga penyusunan brand guideline agar konsistensi visual dapat terjaga pada setiap produk dan media pemasaran.
Selaras dengan itu, tim juga mengembangkan dan memperkenalkan strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar. Pelatihan dilaksanakan bagi para pengelola La Tansa Beverage dengan fokus pada penggunaan Instagram dan WhatsApp Business, pembuatan konten visual, copywriting, serta teknik komunikasi pemasaran Islami.
Mahasiswa yang terlibat turut mendampingi pembuatan konten harian, survei audiens, hingga analisis performa media sosial. Target awal berupa aktivasi akun Instagram dan pencapaian 100 pengikut sebagai indikator keterjangkauan digital ditetapkan dalam program ini.
Tidak hanya pada ranah pemasaran, penguatan sistem manajemen juga diberikan melalui pendampingan penyusunan timeline kerja, evaluasi mingguan, serta persiapan keberlanjutan program. Tim menyusun modul pelatihan, melakukan monitoring implementasi visual branding pada produk, serta mendampingi proses produksi materi promosi seperti banner, foto produk, dan video dokumenter untuk kanal YouTube LPM.
Program ini melibatkan para dosen dari berbagai bidang keilmuan—Manajemen, Pendidikan, hingga Syariah—yaitu Hayatul Maemunah SE MEI sebagai koordinator, Iif Atikah MPd sebagai spesialis pemasaran digital, Indah Puspitasari SP ME sebagai penanggung jawab desain identitas merek, serta dua mahasiswa pendamping, Ilham Yusuf dan Bagus Mahdiyin, yang berperan dalam dokumentasi, analisis pasar, serta manajemen konten digital. Kolaborasi lintas bidang ini memperkaya pendekatan yang digunakan dan memastikan revitalisasi berjalan sesuai nilai, kebutuhan, dan karakter pesantren.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, tim juga menyiapkan rencana tindak lanjut melalui pembentukan tim pemasaran internal, publikasi hasil pengabdian dalam Jurnal SINTA 4, serta pemasangan publikasi di media massa. Video dokumenter kegiatan pun disiapkan sebagai bentuk diseminasi praktik baik yang dapat diadaptasi oleh unit usaha pesantren lainnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, revitalisasi sistem pemasaran La Tansa Beverage tidak hanya menghasilkan transformasi visual dan digital, tetapi juga memperkuat kapasitas pelaku usaha dalam mengelola pemasaran secara profesional tanpa meninggalkan akar nilai kepesantrenan.
Program ini menjadi wujud komitmen UNIDA Gontor dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren, sekaligus menghidupkan tradisi khidmah melalui pemberdayaan masyarakat, edukasi, dan penerapan IPTEKS yang relevan. [Edithya Miranti]



















