Jeddah, Gontornews — Anak-anak di bawah usia 12 tahun dibebaskan dari vaksin penyakit virus corona (COVID-19) dan bebas memasuki acara dan kegiatan rekreasi di ruang terbuka, kata Otoritas Hiburan Umum Saudi (GEA).
Arabnews.com merilis, keputusan ini diambil setelah berkoordinasi dengan Otoritas Kesehatan Masyarakat (Weqaya), dan dalam kerangka peran GEA dalam menyelenggarakan acara hiburan sesuai dengan tindakan pencegahan untuk mencegah penyebaran virus.
Anak-anak, bagaimanapun, harus didampingi oleh orang dewasa yang diimunisasi, harus bebas dari gejala seperti flu (demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan), dan status kesehatannya dalam aplikasi βTawakkalnaβ harus dipastikan βtidak terinfeksiβ dan belum melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.
GEA mengatakan bahwa larangan anak-anak memasuki kegiatan rekreasi yang diadakan di tempat-tempat tertutup akan berlanjut, dan yang boleh masuk ke arena rekreasi hanya mereka yang telah diimunisasi dengan setidaknya satu dosis atau telah pulih dari virus.
Pihak berwenang sebelumnya telah mengeluarkan keputusan yang menetapkan bahwa masuk ke acara hiburan dibatasi untuk mereka yang kebal. Selain itu juga membatasi kehadiran hingga 40 persen dari total kapasitas di ruang terbuka, menekankan langkah-langkah pencegahan jarak sosial, pemakaian masker, dan menyediakan pembersih di berbagai lokasi acara.
Sementara itu, pakar penyakit menular Saudi, Ahmed Al-Hakawi, mengutip sebuah penelitian di Singapura yang menyimpulkan bahwa individu yang diimunisasi yang terinfeksi varian delta COVID-19 dapat pulih dari virus lebih cepat daripada yang tidak divaksinasi.
Al-Hakawi, yang juga seorang ahli epidemiologi rumah sakit di Riyadh, mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan pada lebih dari 200 orang yang terinfeksi varian di Singapura menemukan bahwa pemulihan yang lebih cepat di antara yang divaksinasi menghasilkan periode isolasi yang lebih pendek dan mengurangi penularan virus ke yang lain.
Penelitian ini melibatkan 71 orang yang telah divaksinasi penuh terhadap COVID-19 dan 130 lainnya yang tidak.
Arab Saudi pada hari Kamis melaporkan sembilan kematian terkait COVID-19, menjadikan jumlah keseluruhan menjadi 8.366.
Selain itu da 751 kasus baru, yang berarti 535.927 orang di negara itu kini telah tertular penyakit tersebut. Sebanyak 10.182 kasus tetap aktif, dan 1.407 di antaranya dalam kondisi kritis.
Dari kasus baru yang tercatat, 147 berada di wilayah Makkah, 111 di Provinsi Timur, 107 di wilayah Riyadh, dan 47 di wilayah Madinah.
Selain itu, Kementerian Kesehatan mengatakan 1.389 pasien telah pulih dari penyakit ini, meningkatkan jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 517.379.
Wilayah dengan tingkat pemulihan tertinggi yaitu Makkah dengan 384, diikuti oleh Riyadh 237 dan Provinsi Timur 162.
Arab Saudi sejauh ini telah melakukan 26.008.288 tes reaksi berantai polimerase (PCR), dengan 93.481 dilakukan dalam 24 jam terakhir. []





















