Riyadh, Gontornews – Pejabat berwenang Saudi telah menangkap 11 pangeran karena menentang langkah-langkah penghematan yang dilakukan oleh kerajaan itu. Demikian menurut sebuah laporan situs berita Saudi Sabq.
Para pangeran, yang berkumpul di kawasan Istana Bersejarah di ibukota Riyadh, Sabtu (6/1), berunjukrasa menentang keputusan pemerintah untuk menunda pembayaran tagihan listrik mereka.
Setelah ditangkap, mereka dilaporkan dikirim ke penjara Ha’ir yang terletak di selatan Riyadh.
Arab Saudi baru-baru ini memperkenalkan sebuah reformasi ekonomi, termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) dan menghentikan pembayaran air dan listrik untuk anggota keluarga kerajaan.
Pada hari Sabtu, Raja Salman memutuskan serangkaian pembayaran keuangan untuk meringankan biaya hidup. Setiap pegawai pemerintah akan menerima bonus bulanan 1.000 riyal (US$ 267) untuk tahun depan, sementara personil militer yang bertugas di Yaman akan dibayar 5.000 riyal (US$ 1.330).
Sedangkan pelajar akan mendapatkan tunjangan sebesar 10 persen untuk tahun depan, sementara pensiunan dan penerima jaminan sosial akan mendapatkan gaji bulanan sebesar 500 riyal (US$ 133).
Tingkat pengangguran di Arab Saudi melampaui 12 persen tahun lalu akibat rendahnya harga minyak.
PPN, yang berlaku mulai 1 Januari berlaku untuk berbagai komoditas, termasuk makanan, pakaian, hiburan, elektronik, serta tagihan telepon, air dan listrik. [Rusdiono Mukri]



















