Jakarta, Gontornews — Ratusan ribu massa telah memadati stadion Gelora Bung Karno (GBK) sejak sebelum subuh untuk mengikuti shalat subuh berjamaah dan kampanye akbar Prabowo-sandi.
Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad al Khaththath mengatakan, acara tersebut merupakan simulasi Subuh Akbar Indonesia (SAI) yang akan digelar serentak di masjid-masjid seluruh Indonesia pada 17 April 2019 mendatang.
“Hari ini kita simulasi Subuh Akbar Indonesia, kita putihkan GBK, insyaallah 17 April nanti kita putihkan TPS (tempat pemungutan suara),” ujar Ustaz al Khaththath saat kampanye akbar di GBK Senayan Jakarta, Ahad (7/4/2019).
Menurutnya, salah satu prosesi dalam Subuh Akbar Indonesia adalah pembacaan ayat-ayat kemenangan di dalam Alquran dan pembacaan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2009 tentang kepemimpinan. “Fatwa MUI ini acuan kita, bukan orangnya,” jelas Ustaz al Khaththath.
Dalam fatwa MUI tersebut, kata dia, dijelaskan bahwa yang pertama, pemilu dalam pandangan Islam adalah upaya memilih pemimpin yang harus memenuhi syarat ideal sesuai ajaran Islam.
“Kedua, memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah serta imaroh. Ketiga, imamah dan imaroh dalam Islam memerlukan syarat-syarat sesuai ketentuan agama agar terwujud kemasalahatan,” jelasnya.
Keempat, syarat memilih pemimpin itu harus beriman dan bertakwa, jujur, amanah, tabligh (aktif dan aspiratif), fatonah (memiliki kemampuan) dan memperjuangkan kepentingan umat Islam, “Jika ada yang memenuhi syarat maka hukumnya adalah wajib memilihnya,” jelas Ustaz al Khaththath.
Dan yang kelima, memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat (yaitu dalam butir 4) hukumnya haram atau tidak memilih sama sekali alias golput padahal ada yang memenuhi syarat juga hukumnya haram.
“Fatwa tersebut agar dibacakan di masjid-masjid setelah shalat subuh berjamaah pada 17 April nanti, setelah itu membaca surat-surat kemenangan, lalu doakan agar terpilih pemimpin yg sholeh dan wakil rakyat yang amanah,” jelas Ustaz al Khaththath.
Selain itu, ia juga mengajak para pendukung Prabowo-Sandi agar menjadi relawan untuk menjaga di setiap TPS pada hari pencoblosan nanti. Sejak subuh berjamaah hingga ke TPS, umat juga diimbau mengenakan pakaian putih-putih dan mendokumentasikan kegiatan dan menyebarkan di media sosia. [fathurroji]



















