Jakarta, Gontornews — Sekretaris Jenderal Jaringan Muda Nahdhatul Ulama (JMNU) M Adnan Rara Sina mengatakan, fakta bahwa ada 2 juta lebih massa umat Islam pada aksi 4 November Jumat pekan lalu di bawah komando Habib Rizieq Syihab yang mengepung Istana Negara dari segala penjuru mata angin tak dapat dipungkiri.
Menurut Adnan jika Presiden Jokowi menunjukkan sikap pembelaan yang membabi buta terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus penistaan al-Qur’an dan penghinaan terhadap ulama seperti sikap Jokowi belakangan ini pasca-Aksi Bela Islam 2 maka dapat di pastikan revolusi sosial niscaya akan terjadi.
“Kami ingatkan kepada Presiden, salah ambil langkah maka jabatan anda sebagai taruhannya. Kami tahu bahwa orang-orang di belakang Ahoklah yang mendukung Anda menjadi Presiden. Tapi jika itu menyandera Anda dan mengorbankan umat Islam yang marah karena kitab sucinya dihina maka kehancuran akan bersama Anda semakin dekat,” tegasnya dalam rilisnya Senin (7/11).
Ia mengatakan, revolusi pasti terjadi jika Ahok tak ditangkap. Tanda-tandanya sudah tampak dari besarnya perhatian rakyat dan aksi protes di berbagai daerah. Melihat sikap Kapolri dari mimik wajah maupun pernyataan di televisi kelihatan bahwa Tito Karnavian dalam tekanan berat dan hanya bisa menuruti arahan dan perintah Presiden sehingga supremasi hukum terabaikan. “Hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” jelasnya.
Semua ormas Islam termasuk NU dan Muhammadiyah sudah bersikap agar proses hukum tetap berlanjut dan berkeadilan. Untuk itu kami akan mengamankan Fatwa Ulama di bawah rais am KH Ma’ruf Amin yang secara tegas mengatakan bahwa Ahok telah menista al-Qur’an dan menghina ulama. “Pilihan ada pada Anda, Bapak Presiden, Tangkap Ahok atau Revolusi yang gelombangnya akan menyapu kekuasaan Anda,” tandasnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien/Rus]




















