Glasgow, Gontornews — Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, Senin (1/11/2021), mendesak para pemimpin dunia untuk menyelamatkan umat manusia. Pernyatan ini Guterres sampaikan saat memimpin pertemuan KTT Iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia.
Lebih dari 120 kepala negara dan pemerintahan berumpul di Glasgow untuk mengikuti konferensi COP26 yang digagas oleh PBB. PBB berharap agenda ini dapat memetakan jalan uat manusia dalam mencegah bencana alam aibat pemanasan global.
Rencananya, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, Perdana Menteri India, Narendra Modi, dan Kanselir Jerman, Angela Merkel, akan berpidato menekankan urgensi pertemuan COP26 kali ini.
COP26 merupakan singkatan dari Conference of the Parties ke-26 yang membicaraan dan menanggulangi isu perubahan iklim global. COP pertama kali terselenggara pada tahun 1995 di Berlin, Jerman. Sedangkan pertemuan COP ke-26 diselenggarakan di Glasgow, Skotlandia, pada 1-12 November 2021.
Sebagaimana dilansir laman Detik dari BBC dan laman resmi United Nations Climate Change, COP26 adalah badan pembuat keputusan tertinggi dari United Nations Framework Convention on Climate Change yang ditandatangani pada tahun 1992.
Setiap negara yang masuk dalam COP akan melakukan peninjauan pelaksanaan konvensi dan instrumen hukum lainnya yang COP adopsi. Mereka juga berwenang untuk mengambil keputusan untuk mempromosikan pelaksanaan konvensi secara efektif termasuk pengaturan kelembagaan dan administratif.
Tugas utama COP26 adalah melakukan peninjauan target-target setiap negara terkait kebijakan emisi yang mereka ajukan. Pelaksanaan COP akan digilir diantara lima wilayah PBB yaitu Afrika, Asia, Amerika Latin, Karibia, Eropa Tengah dan Timur serta Eropa Barat dan lainnya.
Pertemuan COP26 menjadi vital demi kelangsungan Perjanjian Paris 2015 yang sepakat untuk membatasi kenaikan suhu global hingga di bawah dua derajat Celcius. Perjanjian Paris mengamanati pembatasan suhu global berada di anga 1,5 derajat Celcius.
Dengan pemanasan di atas 1 derajat saja, bumi mengalami sejumlah bencana alam mulai gelombang panas ekstrem, banjir hingga badai tropis yang terjadi karena kenaikan air laut.
Karenanya, pertemuan ini diharapkan dapat menekan pemerintah untuk melipatgandakan komitmen pengurangan emisi agar sejalan dengan tujuan Paris. Pun dengan pengumpulan uang tunai untuk membantu negara-negara berkembang melakukan penghijauan serta melindungi mereka dari bencana di masa depan.
“Sudan waktunya untuk mengatakan, cukup!” kata Guterres sebagaimana dilansir Channel News Asia dari AFP.
“Cukup sudah membantai keanekaragaman hayati. Cukup sudah membunuh diri kita sendiri dengan karbon. Cukup sudah memperlakukan aam seperti toilet. Cukup sudah membakar, mengebor dan menambang lebih dalam. (Jika tidak, berarti) kita sedang menggali kuburan kita sendiri,” tutup Guterres. [Mohamad Deny Irawan]






















