Hiroshima, Gontornews — Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, Sabtu (6/8/2022), memperingatkan negara-negara bahwa perlombaan senjata nuklir baru semakin cepat. Baginya, fakta ini sama sekali tidak dapat diterima. Ia pun meminta negara-negara dengan senjata nuklir untuk mengakui kemungkinan penggunaannya.
Guterres menjadi Sekretaris Jenderal PBB pertama yang mengunjungi Hiroshima sejak, Sekjen PBB sebelumnya, Ban Ki Moon tiba pada tahun 2010. Dalam kesibukannya, ia berbicara kepada para penyintas bom atom, bertemu dengan Walikota Kazumi Matsui dan mengunjungi Peace Memorial Park bersama Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida.
Pada peringatan tahunan tersebut, Guterres memperingatkan risiko yang muncul akibat krisis di Ukraina, Timur Tengah dan Semenanjung Korea. “Krisis nuklir yang parah telah menyebar dengan cepat mulai dari Timur Tengah, Semenanjung Korea hingga invasi Rusia ke Ukraina,” kata Guterres saat berpidato dalam upacara peringatan tahunan korban bom nuklir Hiroshima dan Nagasaki di Peace Memorial Park.
“Umat manusia sedang bermain dengan senjata yang terisi,” sambung Guterres sebagaimana dilansir Kyodo News.
Secara khusus, Guterres merinci situasi di Ukraina, Timur Tengah dan Semenanjung Korea. Rusia misalnya, di mana Presiden Vladimir Putin memerintahkan pasukan nuklirnya untuk bersiaga setelah meluncurkan perang melawan Ukraina akhir Februari lalu. Sementara Korea Utara sedang mempersiapkan uji coba nuklir ketujuh. Iran, menurut Badan Energi Atom Internasional, dengan cepat membuat kemajuan dalam ambisi nuklirnya.
Guterres pun mengatakan akan sangat senang jika semua negara yang memiliki hak nuklir untuk tidak menggunakannya sebagai senjata.
“Kita harus tetap mengingat kengerian Hiroshima setiap saat dan mengakui hanya ada satu solusi untuk menghadapi ancaman nuklir (yaitu) tidak memiliki senjata nuklir sama sekali,” ujar Guterres.
Guterres yakin Jepang dapat memimpin pengelolaan nuklir seperti proliferasi nuklir di tengah kekhawatiran atas Korea Utara dan Iran.
“(Jepang) perlu memimpin dunia menuju negara yang bebas dari senjata nuklir,” tutup Guterres. [Mohamad Deny Irawan]


















