New York, Gontornews — Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan Taliban belum menepati janjinya terkait pemenuhan hak-hak perempuan dan anak-anak. Padahal, sambung Guterres, pada saat mengambil alih Afghanistan, Taliban bersumpah untuk mempertahankan hak-hak perempuan, anak-anak dan komunitas minoritas.
“Inti dari janji-janji itu adalah kemungkinkan perempuan untuk melakukan pergerakan, bekerja dan menikmati hak-hak dasar mereka. Bagi anak perempuan untuk memiliki akses efektif di semua tingkatan pendidikan, sama seperti anak laki-laki,” kata Guterres sebagaimana dilansir Yeni Safak.
“Saya sangat khawatir melihat janji yang mereka buat untuk perempuan dan anak perempuan Afghanistan oleh Taliban dilanggar. Janji yang dilanggar dapat menyebabkan mimpi buruk bagi perempuan dan anak perempuan Afghanistan,” sambung Guterres.
Lebih lanjut, Guterres meminta masyarakat internasional untuk mencairkan dana Afghanistan di luar negeri. Menurutnya, Afghanistan membutuhkan dana tersebut untuk mencegah kejatuhan negara dan keruntuhan dalam skala penuh. Bagaimanapun, kata Guterres, pada akhirnya tanggung jawab perdamaian berada di tangan Taliban.
Komentar ini muncul saat Afghanistan berjuang untuk menghadapi krisis ekonomi pascapengambilalihan Afghanistan oleh Taliban. Guterres menjelaskan bahwa krisis ekonomi yang terjadi di Afghanistan berdampak pada setengah populasi nasional atau sekitar 18 juta orang.
Guterres menambahkan 80 persen ekonomi Afghanistan bersifat informal dengan perempuan memainkan peran yang lebih besar dari perekonomian dalam negeri. [Mohamad Deny Irawan]






















