Christchurch, Gontornews – Kepolisian Selandia Baru secara resmi memperkenalkan seragam polisi berhijab untuk pertama kalinya, Rabu (11/11). Keputusan tersebut untuk mendorong perempuan Muslim di Selandia Baru bergabung dengan kepolisian.
Constable Zeena Ali menjadi polisi wanita pertama yang mengenakan hijab di Kepolisian Selandia Baru. Ali termasuk anggota polisi yang terbilang baru. Dia memutuskan bergabung dengan kepolisian setelah serangan teror masjid di Christchurch tahun 2019.
Dilansir dari BBC News, Kepolisian Selandia Baru telah mempertimbangkan rencana menggunakan hijab sebagai seragam resmi sejak akhir 2018. Constable Zeena Ali merupakan orang pertama yang meminta izin mengenakan hijab saat hendak ke sekolah menengah, dia juga diundang untuk ambil bagian dalam proses desain dan pengembangan seragam.
“Saya tahu, lebih banyak perempuan Muslim sebenarnya dibutuhkan di kepolisian, untuk memberikan pelayanan ke masyarakat,” jelasnya kepada harian nasional, dikutip dari BBC News.
“Senang rasanya bisa keluar dan menunjukkan hijab sebagai bagian dari seragam saya. Saya yakin lebih banyak perempuan Muslim akan bergabung ke institusi ini,” tambahnya.
Polisi Metropolitan London, Inggris, dan Skotlandia sudah lebih dulu membebaskan anggotanya untuk mengenakan hijab sebagai seragam. [Sabarita Febri]





















