Ramallah, Gontornews — Seorang pria Palestina, Ahmad Samir Obeid (19), tewas oleh tembakan pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki saat terjadi konfrontasi yang dipicu oleh tentara tersebut.
Obeid ditembak di kepala setelah tentara Israel menggerebek Desa Wadi Burqin, dekat Kota Jenin, bagian utara Tepi Barat, pada Sabtu malam.
Dia dibawa ke rumah sakit setempat, dan dokter menyatakan kematiannya beberapa saat kemudian.
Obeid merupakan orang Palestina ketujuh yang dibunuh oleh Israel tahun ini.
Delapan orang Palestina lainnya terluka oleh tentara Israel, yang menggunakan amunisi hidup dan peluru baja berlapis karet.
Media lokal melaporkan bahwa setidaknya empat orang Palestina ditangkap.
Tentara, dengan dukungan buldoser dan pesawat tak berawak, mengepung beberapa rumah di desa tersebut, dalam usaha mencari seorang warga Palestina lainnya, Ahmad Jarrar.
Jarrar yang berusia 22 tahun itu dicari oleh tentara Israel karena dugaan perannya dalam pembunuhan seorang pemukim Yahudi bulan lalu.
Sepupunya, yang memiliki nama yang sama, tewas pada 18 Januari setelah operasi militer sepuluh jam oleh tentara Israel, yang dipercaya orang Palestina sebagai salah sasaran.
Warga mengatakan kepada media lokal bahwa tentara menggunakan pengeras suara untuk memanggil, “Ahmad Jarrar, menyerahlah dirimu atau kami akan menghancurkan desa ini.”
Jam malam juga diberlakukan di Wadi Burqin, dan beberapa warga secara paksa diusir dari rumah mereka saat tentara mengubah rumahnya menjadi ‘pangkalan militer’.
Tiga rumah milik keluarga Jarrar sebelumnya dibongkar oleh tentara selama serangan pertama pada bulan Januari lalu.
Namun militer Israel tidak mengomentari serangan tersebut.
[Rusdiono Mukri]


















