Athena, Gontornews – Serangan terbaru terhadap Idlib memperburuk pengungsian warga Suriah ke mancanegara. Sebanyak 13 perahu yang dipenuhi 547 pengungsi mendarat di Pulau Lesbos, Yunani, pada 29 Agustus.
Dirilis hurriyetdailynews.com, ini jumlah terbesar sejak puncak krisis pada 2015-2016. Para pengungsi, termasuk 246 anak-anak, 177 pria dan 124 wanita, tiba dari Turki.
“Itu mengejutkan kami. Kami belum pernah melihat kedatangan serentak dalam jumlah sebanyak ini sejak 2016,” kata Boris Cheshirkov, juru bicara Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) di Yunani, seperti dikutip oleh media Yunani.
Selain itu, tambahan 32 orang di kapal lain telah diselamatkan di laut dan diangkut ke Lesbos. Sedangkan 65 lainnya telah diselamatkan dalam dua insiden terpisah di laut Pulau Kos dan Kota Alexandroupolis.
Media Yunani melaporkan, sebagian besar pengungsi yang tiba pada 29 Agustus di Lesbos akan dibawa ke kamp Moria – pusat penerimaan migran terbesar di Eropa, menampung sekitar empat kali lebih banyak dari kapasitas yang semestinya.
Dunia khawatir bahwa eskalasi serangan rezim Suriah di provinsi barat laut Idlib yang dilanda perang mungkin menyebabkan semakin banyak warga Suriah melarikan diri ke Eropa.
Jumlah kedatangan bulanan ke Yunani melonjak pada Agustus menjadi lebih dari 6.000, tertinggi dalam tiga tahun terakhir, kata media Yunani.
Selain itu, sekitar 24.000 orang berada di kamp pengungsian. Ini juga jumlah tertinggi dalam tiga tahun terakhir, katanya. Semuanya menampung dua atau tiga kali dari kapasitasnya.
Kedatangan massal pengungsi mendorong Perdana Menteri Kyrakos Mitsotakis menyerukan pertemuan mendadak Dewan Pemerintah untuk Urusan Luar Negeri dan Pertahanan (KYSEA) pada 31 Agustus. [RM]






















