Dubai, Gontornews — Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran, Mohammad Javad Azari-Jahromi, mencuit pada 31 Agustus bahwa sebuah satelit Iran tidak rusak setelah gagal dalam peluncuran. Cuitan ini membantah cuitan Presiden AS Donald Trump sekitar sejam sebelumnya yang menyebutkan satelit Iran rusak setelah gagal dalam peluncuran.
Trump pada 30 Agustus memposting di Twitter sebuah foto yang tampaknya merupakan situs peluncuran satelit Iran yang gagal.
“Me & Nahid 1 (Venus 1) sekarang. Selamat Pagi Donald Trump !,” tulis Mohammad Javad Azari-Jahromi dalam cuitannya yang disertai foto satelit yang dimaksud.
Roket meledak di landasan peluncurannya pada hari Kamis, seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters, meskipun media Iran juga tidak melaporkan peluncuran yang gagal.
Seorang pejabat AS juga mengatakan Iran mengalami kegagalan peluncuran satelit.
Amerika Serikat telah memperingatkan Iran terhadap peluncuran roket, khawatir teknologi yang digunakan untuk menempatkan satelit ke orbit itu memungkinkan Iran mengembangkan kemampuan rudal balistik yang diperlukan untuk meluncurkan hulu ledak nuklir.
Namun Iran menyangkal tuduhan AS itu.
Pemerintahan Trump telah meningkatkan tekanan ekonomi pada Iran tahun ini dengan sanksi ekonomi untuk mencoba memaksanya menegosiasikan kembali pakta yang dicapai dengan kekuatan dunia pada tahun 2015 yang membatasi program nuklirnya. Trump menarik Amerika Serikat dari pakta Mei tahun lalu.
Trump telah menawarkan untuk mengadakan pembicaraan dengan Iran tetapi Iran hanya mau berunding jika sanksi AS itu dicabut terlebih dahulu. [RM]

















