Sana’a, Gontornews — Serangan udara di sebuah hotel dekat ibukota Yaman, Sana’a, telah menewaskan setidaknya 35 orang. Demikian menurut seorang saksi.
Pakar fisika Ali al-Rakmi yang membantu di lokasi penyerangan di distrik Qaa al-Qaidhi, Arhab, Rabu (23/8), mengatakan ada lebih dari 100 orang ketika serangan terjadi. Semua petani yang bekerja menumbuhkan qat – sebuah tanaman yang banyak digunakan untuk efek stimulan.
“Sedikitnya 35 mayat diambil sejauh ini,” katanya seperti dikutip Aljazeera.
Fahd Marhab, kepala rumah sakit Umrah, sekitar 10 km dari lokasi kejadian, mengatakan semua orang di hotel tersebut tewas dalam serangan udara itu.
Almaseera, sebuah saluran televisi yang dikelola oleh pemberontak Houthi yang menguasai Sana’a, menuduh serangan itu dilakukan oleh koalisi militer pimpinan-Arab yang bersekutu dengan pemerintah Yaman.
Mereka mengatakan, 41 warga sipil terbunuh akibat serangan itu. Jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah.
Pejabat dan saksi mata mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa jumlah korban tewas telah mencapai 60 orang dan sebagian besar dari mereka yang terbunuh adalah pemberontak Houthi.
Kantor berita Reuters melaporkan bahwa jurubicara koalisi pimpinan Saudi tidak mau berkomentar. [Rusdiono Mukri]



















