Aleppo, Gontornews — Serangan udara menerjang sebuah rumah sakit anak-anak di Aleppo timur, Suriah. Ini memaksa staf medis untuk mengevakuasi pasien, termasuk sejumlah bayi yang baru lahir yang masih dalam inkubator.
Serangan hari Jumat itu dilaporkan oleh kru Al Jazeera, termasuk wartawan Amro Halabi, yang sebelumnya melaporkan tentang korban dari pemerintah Suriah dan serangan udara Rusia di wilayah yang dikuasai pemberontak.
Halabi menampilkan foto seorang pria dan dua anaknya, yang menderita masalah pernapasan akibat serangan sebelumnya pada hari Jumat. Saat itu ruangan rumah sakit menjadi gelap kemudian diikuti dengan ledakan keras.
Perawat dan staf medis lainnya terlihat berebut melalui ruang gelap itu dan mencoba untuk buru-buru membantu pasien. Sementara anak-anak berteriak minta tolong.
Di ruangan lain, perawat terlihat mengeluarkan bayi dari inkubator yang rusak. Sedangkan perawat yang lain tampak melindungi bayi yang kurang gizi dengan selembar kain.
Para perawat kemudian memindahkan bayi-bayi ke ruangan lain, menempatkan mereka di lantai. Setidaknya satu bayi terlihat masih menggunakan tabung oksigen.
Seperti dikutip Al Jazeera, staf medis mengatakan semua bayi selamat dari serangan.
Lebih dari 250 ribu warga sipil masih terperangkap di Aleppo yang terus dihujani bom. Sementara pasokan makanan dan perawatan medis sangat terbatas. [Rusdiono Mukri]




















