Buku adalah gudang ilmu atau jendela membuka cakrawala. Setiap anak memerlukan buku sesuai dengan perkembangannya, khususnya buku-buku anak. Terinspirasi dari metode Montessori dan berbagai pendekatan lainnya, IMC Little Scientist hadir untuk anak Indonesia.
Seri IMC Little Scientist merupakan cerita yang menarik dan mudah dicerna anak. Penulis buku-buku ini adalah Elvina Lim Kusumo, seorang Ibu, scientis, Motessori educator, dan founder dari IMC (IndonesiaMontessori.com) sebuah komunitas untuk orangtua dan anak Indonesia.
Buku-buku ini dilengkapi dengan beragam kegiatan sains atau eksperimen yang berhubungan dengan materi yang sedang dibahas.
Disajikan pula pertanyaan-pertanyaan sebagai bahan diskusi yang mengajak anak berpikir kritis. Karena itu, mari kita investigasi, temukan, dan berpikir bersama. Let’s investigate, discover, and thinker together!
Apa itu metode Montessori? Metode Montessori adalah metode yang dicetuskan oleh Dr Montessori di Eropa pada 100 tahun silam.
Metode ini lebih mengenalkan bahwa anak usia dini dinilai lebih mudah mengenal dan menangkap konsep dari hal yang nyata atau pengalaman sehari-hari dan eksperimen. Karena itu, anak usia dini perlu diperkenalkan dengan kisah dan hal yang nyata terlebih dahulu.
Pada usia anak 0-6 tahun adalah masa absorbent mind. Kala itu, anak-anak memiliki periode sensitif terhadap hal-hal tertentu. Intinya, mengikuti ketertarikan dan memfasilitasi ketertarikan anak. Ini sangat penting untuk dilakukan para orangtua.
Kali ini ada tiga varian buku yang telah diterbitkan Erlangga for Kids. Ketiganya membahas tentang aneka hal, seperti bermain dengan awan, berapa warna pelangi, serta bagaimana bentuk bulan.
Ketiga buku sains karya Elvina Lim Kusumo ini turut mengangkat metode STEAM (Science, Technology, Engineering plus Art, and Math).
Buku ini penting untuk dimiliki buah hati Anda sebab mengajak anak dalam kegiatan sains seru dengan pertanyaan diskusi sehingga memacu anak berpikir kritis. Seiring dengan itu dapat tercipta juga pendidikan karakter anak, seperti kreatif, gemar membaca, dan memupuk rasa keingintahuan anak agar semakin tinggi.
Beberapa contoh materi yang dimuat dalam buku ini, antara lain ragam pertanyaan seperti mengapa warna pelangi selalu sama? Lalu dilanjutkan dengan panduan kegiatan membuat pelangi dari susu, permen, dan dengan gumpalan kertas.
Selain itu ada juga yang membahas soal beberapa jenis awan dengan kegiatan sains, yaitu membuat kabut dalam mangkuk, mewarnai awan, dan membuat hujan.
Tentu saja kegiatan di atas perlu pendampingan orangtua agar maksimal hasilnya. Dan masih banyak lagi pengetahuan dan eksplorasi seru yang bisa didapat dari buku asyik ini.
Jadi, jangan sampai ketinggalan membaca buku-buku yang kaya ilmu ini. Buku-buku setebal 32 halaman ini dijamin akan membuat anak-anak semakin gemar mencari tahu akan ragam ilmu pengetahuan yang ada di sekitarnya. [Edithya Miranti]





















