Bagi Anda yang sudah lulus SMA atau Anda yang masih duduk di kelas XII, jangan bingung untuk studi lanjut Anda. Anda bisa coba beasiswa Bidikmisi 2018 yang pastinya dapat menguntungkan Anda.
Beasiswa Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik yang baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Bantuan biaya pendidikan ini akan diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi selama 8 semester untuk program Diploma IV dan S1, dan selama 6 semester untuk program Diploma III.
Beasiswa ini berupa pembebasan seluruh biaya pendidikan selama di perguruan tinggi, baik uang pangkal maupun SPP per bulan.
Selain itu, mahasiswa penerima beasiswa juga menerima uang saku untuk biaya kuliahnya yang akan diterimanya setiap 6 bulan sekali.
Seperti dilansir dari laman resmi sbmptn.ac.id, pendaftaran program Bidikmisi dibuka mulai 15 Januari 2018 dan ditutup 30 September 2018.
Sedangkan pendaftaran dapat dilakukan melalui laman http://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id.
Sebelum mendaftar, calon peserta terlebih dahulu diharuskan mempelajari prosedur pendaftaran program Bidikmisi melalui laman tersebut.
Setelah itu, calon peserta dapat langsung mendaftar secara online. Kemudian calon peserta penerima Bidikmisi yang dinyatakan memenuhi persyaratan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti akan memperoleh Kode Akses Pendaftaran (KAP) dan Personal Indentification Number (PIN) untuk melakukan pendaftaran.
Usai melakukan pendaftaran, calon peserta kemudian memperoleh slip pembayaran untuk biaya seleksi SBMPTN 2018 ke Bank Mandiri, BNI, atau BTN. Adapun persyaratan yang harus Anda penuhi untuk mendaftar beasiswa Bidikmisi 2018 ini adalah sebagai berikut:
- Siswa SMA/SMK/MA atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2018.
- Lulusan tahun 2017 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing-masing perguruan tinggi.
- Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun.
- Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM) atau Pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya, atau pendapatan kotor gabungan orangtua/wali (suami istri) maksimal sebesar Rp 4.000.000 per bulan dan atau pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp 750.000 setiap bulannya.
- Pendidikan orangtua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4.
- Memiliki potensi akademik yang baik berdasarkan rekomendasi objektif dan akurat dari kepala sekolah.
- Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu di antara PTN atau PTS dengan ketentuan: a. Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN); b. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN); c. Seleksi mandiri PTN; d. Politeknik, UT, dan Institut Seni dan Budaya; e. PTS sesuai dengan pilihan seleksi masuk. [Muhammad Khaerul Muttaqien]






















