Jakarta, Gontornews — Mantan Presiden SBY heran bila dirinya dengan mudah disadap secara ilegal. Bagaimana dengan orang biasa. “Ini negara hukum, bukan hukum rimba,” jelas SBY.
0
Ketua Umum Partai Demokrat yang juga mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono meminta Presiden Joko Widodo menjelaskan soal penyadapan yang dialami dirinya.
Menurut SBY, karena pernyataan soal penyadapan itu disampaikan di dalam sebuah persidangan, tentu harus dianggap serius.
Permintaan SBY disampaikan dalam jumpa pers yang sedang berlangsung di Jalan Proklamasi, Rabu (1/2).
“Saya mohon Pak Jokowi berkenan memberi penjelasan transkrip sadapan itu. Siapa yang menyadap. Supaya jelas yang kita cari kebenaran,” ujarnya.
“Ini negara kita sendiri. Bagus kalau kita bisa menyelesaikan dengan baik, adil dan bertanggung jawab,” sambung pria dari Pacitan itu.
Kata SBY, kalau dirinya yang merupakan mantan presiden dan mendapat pengawalan dari Paspampres bisa dengan mudah diø yang benar menang,
SBY: Presiden Jokowi Tolong Jelaskan Siapa yang Menyadap
February 1, 2017 gemarakyat
Ketua Umum Partai Demokrat yang juga mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono meminta Presiden Joko Widodo menjelaskan soal penyadapan yang dialami dirinya.
Menurut SBY, karena pernyataan soal penyadapan itu disampaikan di dalam sebuah persidangan, tentu harus dianggap serius.
Permintaan SBY disampaikan dalam jumpa pers yang sedang berlangsung di Jalan Proklamasi, Rabu (1/2).
“Saya mohon Pak Jokowi berkenan memberi penjelasan transkrip sadapan itu. Siapa yang menyadap. Supaya jelas yang kita cari kebenaran,” ujarnya.
“Ini negara kita sendiri. Bagus kalau kita bisa menyelesaikan dengan baik, adil dan bertanggung jawab,” sambung pria dari Pacitan itu.
Kata SBY, kalau dirinya yang merupakan mantan presiden dan mendapat pengawalan dari Paspamres bisa dengan mudah disadap, bagaimana dengan warga negara lain, orang biasa dan politisi biasa.
“Kalau itu yang terjadi negara kita menjadi rimba raya. Hukumnya hukum rimba, yang kuat menang, yang lemah kalah. Padahal seharusnya yang benar menang, yang salah kalah,” demikian SBY. [DJ]




















