Singapura, Gontornews – Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, mengatakan bahwa proses pemulangan etnis minoritas Muslim Rohingya dari Bangladesh ke Myanmar adalah tanggung jawab pemerintah setempat.
Aung San Suu Kyi menyebut pihaknya siap menyambut para pengungsi di perbatasan Myanmar-Bangladesh.
Tidak hanya itu, Suu Kyi juga berencana untuk mendirikan sebuah pemukiman yang ramah bagi etnis minoritas Rohingya.
Sebagaimana diketahui, lebih dari 700.000 warga Rohingya di Rakhine ‘melarikan diri’ ke Bangladesh menyusul terjadinya penyerangan yang dilakukan oleh militer Myanmar kepada masyarakat Rohingya.
“Para pengungsi harus dikembalikan oleh Bangladesh. Kami hanya dapat menyambut mereka di perbatasan;” ungkap Aung San Suu Kyi sebagaimana dilansir reuters.
“Saya pikir Bangladesh yang akan menentukan seberapa cepat mereka menyelesaikan proses pemulangan tersebut,” tambah Suu Kyi.
Selain minoritas Rohingya di Rakhine, Suu Kyi juga mengatakan bahwa ada sejumlah etnis lain di wilayah Rakhine yang kemungkinan akan ‘punah’ dalam waktu dekat.
“Tidak hanya Muslim yang ada di Rakhine seperti halnya banyak orang berpikiran demikian. Ada juga umat Hindu yang tinggal di Rakhine. Ada pula beberapa etnis minoritas lainnya yang akan membuat Anda tertarik karena mereka akan menghilang dengan sangat cepat,” jelas Suu Kyi.
“Mereka hidup dengan cara tradisional mereka dan mereka sangat damai. Kita harus membantu apa saja demi melestarikan budaya mereka, tradisi mereka dan membuat mereka menjadi lebih sejahtera,” pungkas Suu Kyi. [Mohamad Deny Irawan]





















