Taiwan, Gontornews — Pemerintah Taiwan, Selasa (08/08/2023), melaporkan tujuh kasus cacar monyet (Mpox) lokal terbaru. Dengan demikian, total kasus cacar monyet yang menyebar di Taiwan menjadi 266 kasus, termasuk 250 kasus infeksi cacar monyet lokal.
Yang terbaru, tujuh kasus Mpox melibatkan pria berkewarganegaraan Taiwan berusia antara 20 hingga 40 tahun. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan mengungkap keluhan dan gejala seperti demam, pembengkakan kelenjar getah bening hingga ruam di sekujur tubuh pasien antara 24 Juli hingga 1 Agustus 2023.
CDC Taiwan, kepada Taiwan News, meminta kelompok berisiko untuk mengikuti vaksinasi. Pada bulan Juli, negara tersebut memperluas upaya imunisasi terhdap Mpox kepada mereka yang memiliki banyak pasangan seksual dalam satu tahun terakhir, yang tertular, dan atau pasangan seksual yang termasuk dalam dua kelompok tersebut.
Laman resmi CDC Taiwan, yang ditelusuri AP, menyebarkan informasi tentang keterlibatan 125 institusi medis penyelenggara vaksin Mpox di seluruh negeri. Para penerima vaksin, setidaknya membutuhkan dua dosis vaksin dalam jangka minmal 28 hari.
Hingga Senin (07/08/2023), 25.803 orang telah menerima dua dosis vaksin Mpox dan 19.510 orang menerima satu suntikan vaksin. Sebuah survei menjabarkan, lebih dari 70 persen dari penerima vaksin tidak menunjukkan efek samping apa pun.
Badan kesehatan dunia (WHO), pada bulan Mei, menyatakan tidak lagi menempatkan Mpox sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Negera-negar ini diminta untuk terus menerapkan kontrol jangka panjang dan pengawasan zoonosis.
Taiwan sendiri menempatkan virus Mpox sebagai penyakit menular kelas dua yang berlaku sejak Juni 2022. [Mohamad Deny Irawan]





















