Kabul, Gontornews — Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan bahwa Taliban akan mengadakan pertemuan dengan perwakilan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, 18 Februari 2019 mendatang. Selain itu, Taliban juga menjadwalkan pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, untuk membicarakan hubungan Pakistan-Afghanistan di masa mendatang.
Meski demikian, seorang perwakilan Kementerian Luar Negeri AS menyebut belum menerima undangan resmi dalam bentuk apapun untuk menghadiri pertemuan tersebut. Dalam pertemuan itu pula, tidak terlampir nama utusan khusus AS untuk perdamaian di Afghanistan, Zalmay Khalizad.
Pertemuan ini sendiri dihelat Taliban tepat satu minggu sebelum pembicaraan damai antara pihaknya dengan Pemerintah Afghanistan di Qatar pada 25 Februari 2019 mendatang.
Reuters melansir jika perundingan damai antara Pakistan dan Afghanistan berlangsung dengan baik sehingga mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak. Namun, ada juga sejumlah diplomat Barat yang mengatakan bahwa perundingan damai di Afghanistan akan melalui banyak rintangan yang sulit di masa mendatang.
Salah satu permintaan AS kepada Taliban dan Pemerintah Afghanistan adalah aksi gencatan senjata. AS pun bersedia untuk menarik 14.000 pasukannya dari Afghanistan andai kesepakatan gencatan senjata berhasil terlaksana.
Tapi di sisi lain, Taliban meminta seluruh pasukan asing keluar dari Afghanistan sebelum kesepakatan gencatan senjata terealisasi meski mereka mengakui masih akan menyambut bantuan asing yang ingin membantu pembangunan di Afghanistan.
Minggu lalu, Presiden Donaldt Trump berbicara tentang kemauan dalam negosiasi dangan Taliban yang menjadi syarat penarikan sektiar 14.000 pasukan AS di negara Osama Bin Laden itu. Donald Trump bahkan mengatakan bahwa pihaknya tengah bersiap untuk menaggulangi aksi terorisme di negara tersebut. [Mohamad Deny Irawan





















