Bandung, Gontornews—Bertempat di aula Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukajadi, Bandung, Kamis malam (13/4) digelar Taushiyah Kebangsaan yang diselenggarakan Angkatan Muda Muhammadiyah dan Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jabar. Dalam kesempatan itu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Busyro Muqoddas mengingatkan agar kader muda, pengurus dan anggota Muhammadiyah Jawa Barat fokus pada dakwah, yang mampu memberdayakan kaum tertindas, melawan ketimpangan dan penyelewengan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Mantan Ketua Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) mengatakan analisis situasi sosial lingkungan sekitar, baik ranting, cabang, daerah dan wilayah masing-masing, sebagai contoh Kota Bandung ini, jangan sampai di daerah hijau itu berdiri pohon beton, gedung dan perumahan. Jika itu terjadi itu kezaliman tata ruang, bisa menjadi indikasi adanya permainan kotor. “Korbannya masyarakat, hujan kecil saja terjadi banjir besar,” ujarnya seperti dilansir muhammadiyah.or.id (15/4)
Menurut Busyro, tata ruang kini menjadi bisnis baru, korupsi model baru, antara penguasa dan pengusaha plus makelarnya. Padahal di sekitar kita, mayoritasnya saat ini masih banyak warga yang dimiskinkan tidak memiliki tanah. Kemiskinan yang didesain oleh kebijakan, akibat adanya hukum pesanan.“Banyak sekali peraturan perundang-undangan dan aturan di bawahnya, dinilai menjauhi nilai-nilai Pancasila, disusun by request. “Inilah kalau pemerintah tunduk kepada pemodal. Hukum kemudian bisa dibeli,” tegasnya. (Muhammad Khaerul Muttaqien)



















