Seoul, Gontornews — Korea Utara kembali meluncurkan rudal terbarunya. Ini merupakan kali ketiga sejak perundingan denuklirisasi antara Presiden AS, Donald Trump dan Pemimpin Korut, Kim Jong Un beberapa waktu lalu.
Laporan yang dihimpun Reuters, bahwa peluncuran rudal balistik dengan kejauhan 220 km (135 mil) dan mencapai ketinggian 25 km (15 mil) adalah upaya Korut dalam menekan AS Korea Selatan atas rencana latihan militer yangvakan digelar beberapa waktu mendatang.
Kepala Staf Gabungan (JCS) di Seoul mengatakan proyektil terbaru yang ditembakkan oleh Korea Utara tampaknya merupakan rudal balistik jarak pendek terbaru.
Media pemerintah Korea Utara sendiri mengatakan, Presiden Kim mengawasi penembakan yang disebut sistem roket berpemandu berkaliber besar yang diluncurkan berapa kali. Dia juga mengamati peluncuran rudal balistik jarak pendek yang dilakukan minggu lalu.
Profesor Hubungan Internasional di Universitas Ewha Seoul, Leif-Eric Easley menjelaskan, saat ini Pemerintah Kim tengah meningkatkan kemampuan militer dengan mensinyalkan tuntutan negosiasi.
“Tujuannya bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan Pyongyang yang memaksa para tetangganya, namun tujuan lain adalah untuk menormalkan tes-tes yang melanggar sanksi Korea Utara. Mereka berfikir bahwa apa yang dilakukan sama dengan latihan Korsel,” kata Easley.
sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan saat menghadiri pertemuan Asosiasi Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Bangkok mengatakan, sampai saat ini AS masih berharap pembicaraannya dengan Korut akan tetap berjalan dengan baik.
“Proses diplomatik mungkin memiliki beberapa goncangan tetapi percakapan dengan Korea Utara akan tetap berlangsung bahkan,” kata Pompeo.
Presiden Trump ketika ditanyai soal ppeluncuran rudal oleh Korut di Gedung Putih sebelum ia berangkat untuk perjalanan kampanye ke Ohio mengatakan jika saat ini Kim sedang mengujinya dan menurutnya peluncuran itu tidak melanggar janji-janji pemimpin Korea Utara itu.
“Kami tidak pernah membuat kesepakatan tentang itu. Saya tidak punya masalah,” katanya.[Devi Lusianawati]



















