Nairobi, Gontornews — Badan Pangan Dunia, World Food Programme (WFP), Senin (26/9/2022), mengaku bahwa puing-puing serangan pesawat tak berawal di Tigray Ethiopia, telah menabrak truk penyalur bantuan kemanusiaan WFP. Juru bicara WFP menambahkan sopir truk tersebut mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Juru bicara WFP menjelaskan bahwa serangan pesawat tak berawak telah menghantam daerah Zana Woreda di barat laut Tigray, Ahad 25 September 2022.
“Puing-puing yang beterbangan dari serangan itu melukai seorang pengemudi kontrak WFP dan menyebabkan kerusakan kecil pada truk WFP,” kata juru bicara WFP kepada Reuters.
Akibat insiden tersebut, dua pekerja kemanusiaan mengatakan bahwa operasi pendistribusian makanan oleh lembaga lain juga terganggu.
Sementara itu, juru bicara pemerintah Ethiopia, Legesse Tulu, juru bicara militer Kolonel Gatnet Adane dan juru bicara perdana menteri Billene Seyoum tidak memberikan pernyataan kepada Reuters.
Sebelum insiden terjadi, truk WFP sedang mengantarkan makanan kepada para pengungsi internal. Sumber-sumber dari lembaga kemanusiaan menjelaskan bahwa sejak pertempuran di Tigray kembali terjadi pada 24 Agustus lalu, ratusan ribu orang dikabarkan tewas. Sejak itu, tidak ada lagi truk pembawa bantuan makanan yang mampu memasuki wilayah Tigray.
WFP mencatat ada sekitar 13 juta orang yang tinggal di Tigray, daerah tetangga seperti Amhara dan Afar yang membutuhkan bantuan makanan.
Konflik bersenjata dalam negeri di Ethiopia terjadi antara pasukan pemerintah Perdana Menteri Abiy Ahmed melawan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF). Pemerintah sendiri menuduh TPLF berusaha untuk menegaskan kembali dominasi Tigrayan atas Ethiopia. Sebaliknya, TPLF menuduh PM Abiy Ahmed terlalu sentralistik dan menindas Tigrayan. [Mohamad Deny Irawan]





















