Tokyo, Gontornews — Pemerintah prefektur Gunma, Ahad (29/8/2021), mengonfirmasi temuan benda asing pada vaksin Covid-19 Moderna. Penemuan terbaru ini terkonfirmasi dari serangkaian kontaminasi pada produk perusahaan yang dilaporkan ke pemerintah Jepang selama beberapa hari terakhir.
Pihak berwenang menemukan benda asing berwarna kehitaman dan berukuran kurang dari 0,5 milimeter. ‘Benda asing’ ini terlihat saat inspeksi pra vaksinasi dalam botol yang memiliki nomor seri yang berbeda dari tiga nomor seri yang pemerintah tangguhkan pada Kamis. Sementara pemerintah prefektur Okinawa menemukan benda asing berwarna hitam dan merah muda.
Dalam tiga hari terakhir, pemerintah prefektur Guanma telah memberikan 4.500 dosis sunikan kepada warga. Sejauh ini, pemerintah setempat tidak mendapati kasus kesehatan yang mereka laporkan kepada pemerintah pusat.
Guna menjadi prefektur ketujuh yang melaporkan penemuan benda asing pada vaksin Moderna setelah Ibaraki, Saitama, Tokyo, Gifu, Aichi dan Okinawa.
Pada hari yang sama, Kyodo News melaporkan bahwa pemerintah prefektur Okinawa menghentikan seluruh kegiatan vaksinasi di Naha. Penghentian ini terkait dengan temuan kontaminasi benda asing pada botol dan tiga jarum suntik berisi vaksin dari tiga botol vaksin yang berbeda.
Keempat botol ini termasuk dalam nomor seri yang sama yaitu 3005293 atau berbeda dari tiga nomor seri lainnya yang pemerintah konfirmasi.
Kementerian Kesehatan Jepang menduga benda asing tersebut berasal dari potongan karet dari tutup botol vaksin saat jarum tersebut masuk ke dalam botol karet tersebut. Kementerian mengaku tidak menemukan masalah besar dalam kualitas vaksin.
Otoritas kesehatan Jepang juga telah berkonsultasi dengan penanggungjawab pendistribusian vaksin Moderna, PT Takeda Pharmaceuical. Pemerintah juga memutuskan untuk tidak menghentikan pengunaan vaksin Moderna karena mereka tidak ada masalah keamanan utama pada vaksin. [Mohamad Deny Irawan]



















