Ankara, Gontornews — Turki berencana membuka kembali sekolah mulai 15 Februari, kata menteri pendidikan negara itu, seraya menambahkan bahwa skenario yang berbeda sedang dipertimbangkan.
Turki menutup sekolah pada 16 Maret 2020, beberapa hari setelah negara itu mengonfirmasi kasus virus korona pertamanya.
Setelah membuka kembali sebagian sekolah pada akhir September tahun lalu, Turki melanjutkan sistem pendidikan pembelajaran jarak jauh pada 20 November 2020 hingga 4 Januari 2021.
“Kami telah membuat keputusan kebijakan untuk membuka kembali sekolah pada 15 Februari,” kata Menteri Pendidikan Turki Ziya Selçuk, dikutip Hurriyetdailynews.com.
Keputusan tentang kemungkinan skenario pembukaan kembali sekolah akan diputuskan dan diumumkan kepada masyarakat 10 hari sebelum tanggal pembukaan kembali yang dijadwalkan, papar Selçuk.
Keputusan itu akan diambil sejalan dengan instruksi dari Dewan Ilmu Pengetahuan Virus Corona Kementerian Kesehatan, katanya.
Ia menambahkan bahwa belum memungkinkan untuk membuka kembali semua kelas sekaligus. Tidak hanya di Turki tetapi juga di banyak negara di seluruh dunia karena pandemic COVID-19.
“Kami berpengalaman dalam melanjutkan kelas. Siswa mengambil kelas tatap muka pada hari yang berbeda dalam sepekan atau pendidikan di dalam kelas dimulai secara bertahap untuk kelas yang berbeda. Kami memiliki skenario berbeda yang dapat atau tidak dapat kami terapkan,” terang Selçuk.
Dia juga menyarankan agar orang tua dapat mengirim anak-anak mereka ke sekolah setelah sekolah dibuka kembali seperti yang terjadi saat sekolah dibuka kembali sebagian. []





















