Gaziantep, Gontornews — Korban tewas akibat kebakaran di unit perawatan intensif sebuah rumah sakit swasta di Turki tenggara bertambah menjadi sembilan, kata menteri kesehatan negara itu pada 19 Desember.
“Insiden menyakitkan yang terjadi di unit perawatan intensif di Gaziantep membuat kami semua marah. Jumlah kematian sembilan. Pasien lain yang terkena dampak kebakaran dipindahkan ke rumah sakit terdekat oleh 112 tim darurat kami,” kata Fahrettin Koca di Twitter, dan dirilis Hurriyetdailynews.com.
Insiden itu terjadi di unit perawatan intensif COVID-19 di Rumah Sakit Universitas SANKO. Kebakaran disebabkan oleh mesin terapi oksigen aliran tinggi yang digunakan dalam perawatan pasien COVID-19, menurut pernyataan universitas. Para korban berusia 65-85 tahun.
Investigasi telah diluncurkan terkait insiden mematikan tersebut.
Sebanyak 51 orang, termasuk dokter, personel medis dan penjaga keamanan, terkena dampak kebakaran saat mencoba memindahkan pasien dari tempat kejadian. Sebanyak 10 anggota staf sedang menerima terapi oksigen, kata pihak rumah sakit dalam sebuah pernyataan.
Menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut di Twitter, jurubicara kepresidenan İbrahim Kalın berharap semoga Allah mengampuni para korban dan memberi kesembuhan kepada orang-orang yang terluka. []



















