Ankara, Gontornews — Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar pada 23 November mengatakan bahwa Ankara akan mencari alternatif jika tidak mendapatkan jet tempur F-35 dari Amerika Serikat.
“Semua harus sadar bahwa Turki harus mencari alternatif jika pesawat tempur F-35 tidak dapat diperoleh karena alasan apa pun,” kata Hulusi Akar dalam sebuah wawancara dengan Aljazeera.
Akar menggarisbawahi sistem pertahanan rudal S-400 Rusia yang dibeli Turki tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem pertahanan negara itu. Sebaliknya, S-400 akan menjadi bagian dari sistem yang berdiri sendiri.
“Itulah yang telah kami katakan sejak awal [perselisihan dengan AS]. [S-400] pasti akan menjadi sistem yang ‘berdiri sendiri’. Kami tidak akan mengintegrasikan ini dengan sistem NATO dengan cara apa pun. Ini akan beroperasi secara mandiri,” lanjutnya.
Ia menekankan bahwa Turki telah memenuhi tanggung jawabnya sebagai negara mitra program F-35. Karena itu, negara sekutu – terutama AS – harus melakukan hal yang sama
Seperti dikutip hurriyetdailynews.com, Akar juga menyampaikan bahwa upaya Turki sebelumnya untuk mendapatkan sistem pertahanan Patriot buatan AS telah ditolak.
Ketegangan meningkat antara Ankara dan Washington ketika Turki memutuskan untuk mengakuisisi S-400 buatan Rusia. AS mengatakan sistem Rusia menjadi ancaman bagi jet tempur F-35-nya. Sedangkan Turki telah berulang kali mengatakan pengadaan itu tidak akan menjadi masalah bagi program tersebut.
Washington telah memperingatkan bahwa Ankara akan menghadapi sanksi karena pembelian S-400, dan telah menangguhkan Turki dari program F-35, di mana ia adalah pelanggan dan produsen.
Tapi sejauh ini AS belum memberlakukan sanksi pada Turki, yang mulai menerima sistem S-400 Rusia pada bulan Juli. [RM]


















