Ankara, Gontornews — Turki meminta dunia untuk menghentikan kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Yerusalem.
“Dunia harus bertindak untuk menghentikan agresi Israel yang tidak pernah berakhir terhadap warga sipil tak bersenjata di tanah mereka sendiri,” tweet Ibrahim Kalin, juru bicara dan kepala penasihat kebijakan luar negeri Presiden Recep Tayyip Erdoğan, pada 10 Mei.
“Israel harus berhenti menyerang warga Palestina di Yerusalem dan mencegah penjajah/pemukim memasuki Masjid al-Aqsha. Israel memikul tanggung jawab penuh atas kekerasan apa pun,” katanya dikutip Hurriyetdailynews.com.
Sejak dimulainya ketegangan di Yerusalem setelah pasukan Israel menyerang warga Palestina di dalam Masjid al-Aqsha, Turki telah menjadi salah satu negara paling keras yang mengecam agresi Tel Aviv. Turki dan Israel tidak memiliki duta besar di ibu kota masing-masing sejak 2018 setelah Ankara mengecam Tel Aviv karena membunuh puluhan warga Palestina sebagai protes atas keputusan Amerika Serikat memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.
Kekerasan meletus di Masjid al-Aqsha saat Israel menandai Hari Yerusalem.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu mengecam agresi lanjutan oleh pasukan Israel terhadap Palestina.
Kekerasan Israel terhadap orang yang tidak bersalah di Masjid Al-Aqsha tidak berakhir. Mereka yang tidak mengecam kekejaman ini seharusnya tidak berbicara tentang Proses Perdamaian Timur Tengah,” kata Cavusoglu di Twitter.
“Kami akan terus membela saudara-saudari kami di Palestina dan membela hak-hak mereka,” tambahnya.
Kecaman juga dilontarkan Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki, Fahrettin Altun.
“Kepada dunia Islam, kami berkata: Saatnya menghentikan serangan keji dan kejam Israel! Kepada umat manusia, kami mengatakan: Saatnya untuk menempatkan negara apartheid ini pada posisinya! Itu adalah tanggung jawab manusia dan sejarah kami,” katanya di Twitter.
“Kami akan terus melawan tatanan yang menindas ini bahkan jika kami ditinggal sendirian!” dia menambahkan. []





















