Istanbul, Gontornews — Turki telah memberikan lebih dari 60 juta dosis sejak kampanye inokulasinya yang dimulai pada pertengahan Januari lalu.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan negara itu, lebih dari 38 juta orang telah memperoleh suntikan pertama, dan lebih dari 18 juta orang telah mendapat vaksinasi kedua.
Dalam sebuah pesan di Twitter pada 13 Juli, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca memperbarui seruannya kepada masyarakat untuk mendapatkan suntikan virus corona.
“Vaksinasi akan mengakhiri pandemi. Dapatkan vaksin Anda untuk hari esok yang lebih aman,” katanya dikutip Hurriyetdailynews.com.
Menteri juga memposting peta yang menunjukkan kasus virus berdasarkan provinsi untuk 3 Juli dan 9 Juli, yang mengonfirmasi peringatan Koca sebelumnya bahwa jumlah kasus virus rendah di daerah-daerah yang telah divaksinasi.
Provinsi yang memiliki angka infeksi tertinggi per 100.000 penduduk ialah provinsi dengan tingkat vaksinasi yang rendah. Misalnya, di provinsi tenggara Siirt, jumlah kasus per 100.000 orang 232. Hanya 34 persen penduduk berusia 18 tahun ke atas di kota ini yang telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19, jauh di bawah rata-rata nasional 62 persen.
Di provinsi timur Agr, yang lebih dari 43 persen populasinya memperoleh vaksin dosis pertama, jumlah kasus untuk 100.000 orang 194.
Prospek pandemi di Ankara, kota terbesar kedua, dan Izmir, provinsi terpadat ketiga di negara itu, membaik selama sepekan. Jumlah kasus per 100.000 orang di ibu kota turun dari 72 sepekan sebelumnya menjadi 59, sedangkan di Izmir infeksi turun dari 23,5 menjadi 22,1. Di kedua kota tersebut, tingkat vaksinasi jauh di atas rata-rata nasional.
Namun, di Istanbul, kota terbesar Turki, jumlah kasus per 100.000 orang naik tipis dari 54,6 menjadi 56,7. Sekitar 62 persen penduduk kota berusia 18 tahun ke atas telah diberikan dosis pertama vaksin virus corona. []


















