Istanbul, Gontornews — Turki telah menetapkan aturan untuk fase normalisasi karena negara itu akan semakin melonggarkan pembatasan COVID-19 akhir pekan ini.
Hurriyetdailynews.com melansir, pemerintah Turki memutuskan untuk melonggarkan pembatasan setelah kasus virus corona harian mulai menurun menyusul penguncian nasional yang tetap berlaku dari 29 April hingga 17 Mei. Vaksinasi jalur cepat juga mendorong para pejabat untuk mengambil langkah lebih lanjut menuju normalisasi.
Jam malam akan sepenuhnya dihapus, dan pembatasan perjalanan antarkota akan dicabut mulai 1 Juli, Kementerian Dalam Negeri mengatakan dalam sebuah komunike yang dirilis pada 27 Juni.
Kafe dan restoran akan melayani orang tanpa batasan jumlah tamu di area indoor dan outdoor.
Semua tempat kerja dan bioskop, yang telah menangguhkan kegiatannya sebagai bagian dari tindakan pencegahan virus corona, akan dibuka kembali sementara pembatasan dan tindakan di fasilitas akomodasi akan berakhir, dengan aturan kebersihan, masker, dan jarak sosial masih harus dipatuhi.
Upacara pernikahan di luar ruangan akan diadakan tanpa batasan tamu. Selain itu, makanan dan minuman dapat disajikan, sementara beberapa batasan akan tetap berlaku untuk upacara dalam ruangan.
Acara seperti konser, festival, dan perkemahan pemuda akan diizinkan asalkan aturan penggunaan masker, kebersihan, dan jarak sosial yang telah ditetapkan sebelumnya dipatuhi. Taman, kebun, piknik, dan area perkemahan akan dibuka untuk umum.
Karantina wajib bagi para pelancong dari Bangladesh, Brasil, Afrika Selatan, India, Nepal, dan Sri Lanka serta mereka yang telah berada di negara-negara tersebut dalam 14 hari terakhir akan berakhir.
Masa karantina wajib bagi orang-orang yang tiba di Turki dari Afghanistan dan Pakistan atau yang telah berada di negara-negara ini dalam 14 hari terakhir akan dikurangi menjadi 10 hari.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengumumkan bahwa 54 persen orang dewasa di atas 18 tahun di Turki telah diberikan setidaknya satu dosis suntikan COVID.
Hampir 47,6 juta dosis vaksin virus corona telah diberikan sejak kampanye vaksin dimulai pada pertengahan Januari. Sekitar 15 juta orang telah divaksinasi penuh terhadap COVID-19 sementara sekitar 13 juta orang telah diberikan dosis pertama mereka.
Tiga kota terbesar di negara itu, Istanbul, Ankara dan Izmir, mengalami tingkat vaksinasi yang tinggi tetapi masyarakat di provinsi tenggara masih menunjukkan keraguan terhadap vaksin virus corona.
Di Istanbul, 58 persen tempat tinggal telah menerima setidaknya satu dosis suntikan. Sementara di Ankara 70 persen dan Izmir 80 persen. Tingkat vaksinasi di provinsi-provinsi tenggara masih rendah, sekitar 20 persen.[]





















