Jakarta, Gontornews — Universitas Islam Madinah (UIM) Kerajaan Arab Saudi (KSA) menawarkan beasiswa penuh dan berbayar untuk program sarjana atau licence (Lc) bagi pelajar Indonesia yang berprestasi. Beasiswa bagi lulusan SMA/sederajat itu disediakan untuk tiga fakultas umum: IT, komputer, dan sains, dengan pengantar bahasa Inggris.
“Program beasiswa ini tidak menghapus program beasiswa penuh untuk fakultas studi Islam dan fakultas umum yang sudah berjalan selama ini. Adapun beasiswa berbayar ini menjadi tambahan kuota untuk Indonesia,” papar Wakil Rektor UIM KSA Prof Dr Ibrahim bin Ali Al-Ubaid.
Ibrahim mengatakan hal itu saat diterima Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kemenag Jakarta, Senin (26/3).
Lebih jauh Ibrahim mengatakan, calon mahasiswa/penerima beasiswa dapat diberasal dari lembaga pemerintah Indonesia, universitas di Indonesia, atau lembaga-lembaga nonpemerintah.
Walaupun beasiswa berbayar, papar Ibrahim, pihak KSA tetap akan memberikan subsidi. “Tujuan beasiswa berbayar bukan untuk mencari keuntungan. Melainkan untuk memberikan kuota yang lebih banyak dari yang sudah ada saat ini yaitu kuota beasiswa penuh,” ujarnya.
Selain itu, program ini juga sebagai komitmen KSA dalam menyebarkan paham moderasi dan harmoni dalam kehidupan beragama. Program beasiswa berbayar dapat dimulai pada kalender akademik baru tahun 2018.
Ibrahim berharap Kementerian Agama dapat mengirim calon mahasiswa terbaiknya, baik dalam prestasi akademik maupun kemampuan berbahasa Inggrisnya. “Untuk bahasa Arab, cukup mampu untuk komunikasi sehari-hari, sebab kemampuan itu dapat dikembangkan secara alami di Madinah nanti.”
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik program yang ditawarkan UIM KSA dan menugaskan Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Dirdiktis) Prof Dr M Arskal Salim GP –dengan arahan Dirjen Pendis Kemenag Prof Dr Kamaruddin Amin– untuk menindaklanjuti program itu.
Menag menginformasikan sekaligus mengundang Rektor UIM KSA hadir sebagai pembicara dalam Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) yang akan digelar pada 17-20 September di Palu, Sulawesi Tengah.
Menurut rencana memorandum of agreement (MoA) tawaran program beasiswa dari UIM KSA itu akan ditandatangani di sela-sela pelaksanaan ACIS itu.
Pada kesempatan itu Lukman juga menginformasikan kepada tamunya, bahwa di Indonesia ada sekitar 757 perguruan tinggi agama Islam (PTAI) negeri dan swasta di bawah binaan Kemenag. Selain itu juga ada 32.000 madrasah dan 28.000 pondok pesantren.
Dalam pertemuan itu Ibrahim bin Ali Al-Ubaid didampingi oleh Wakil Rektor UIM Bidang Kerjasama Internasional dan Pertukaran Pengetahuan Prof Dr Mahmud bin Abdurrahman Qodah, dan Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Pusat Jakarta KH Dr Sofwan Manaf MSi.
Sedangkan Menag didampingi oleh Direktur Pendidikan Tinggi Kemenag Prof Dr M Arskal Salim GP dan Sekretaris Menag H Khoirul Huda MSi. [Rusdiono Mukri]





















