Bogor, Gontornews — Jelang Reuni Akbar 212 di Jakarta, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Bogor Raya menggelar Tabligh Akbar di Masjid Al Hijri II, Kampus Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Sabtu (25/11).
Sejumlah ulama, pimpinan Ormas Islam dan tokoh masyarakat hadir dalam acara tersebut. Mereka antara lain: MS Kaban (mantan Menteri Kehutanan), Ustadz Bernard Abdul Jabbar (Presidium Alumni 212), Ustadz Muhammad Nur Sukma (Dewan Dakwah Bogor), Ustadz Ahmad Iman (Forkami), Ustadz Fatih Haidaril Iltizam (HASMI), Ustadz Amirudin Abu Fikri (Khaeru Ummah), dan Ustadz Iyus Khaerunnas (Ketua GNPF Bogor).
MS Kaban dalam ceramahnya mengatakan, Aksi 212 setahun lalu adalah momen yang luar biasa. “Tidak hanya membuat geger di dalam negeri, bahkan dunia ikut mencermati. Belum ada sejarah dunia saat ini yang mampu menghimpun kekuatan massa dari berbagai macam golongan menjadi satu kesatuan. Mereka bergerak hanya ingin membela kemuliaan Islam,” ujar Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) itu di hadapan jamaah seperti dilansir voa-islam.com.
Menurutnya, berkumpulnya umat dalam momen reuni 212 menjadi penting untuk dilaksanakan guna mempertahankan semangat persatuan umat Islam. “Reuni penting untuk menyatukan kembali spirit yang pernah berkembang itu agar jangan sampai surut kembali,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Tabligh Akbar Ustadz Abdul Halim mengatakan, umat Islam Bogor siap menyukseskan Reuni Akbar 212. Menurutnya umat Islam Bogor yang tahun lalu menghadiri Aksi 212 dengan longmarch ke Jakarta siap melakukan hal yang sama.
“Sampai hari ini yang mau ikut longmarch bahkan ada dari daerah-daerah, dari Solo dari Lampung sudah menghubungi. Terakhir umat Islam dari Tasik juga siap bergabung. Kita harapkan dengan tekad ini semua jadi ikut bergerak,” tandas Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Bogor itu.
Rencananya pada Kamis 30 November 2017, sebelum melakukan longmarch, GNPF Bogor akan melaksanakan Tabligh Akbar kembali.[Fathurroji]



















