Jakarta, Gontornews — Tahun 2014, Japan Science and Technology (JST) memulai Sakura Science Program (SSP). Program ini dirancang untuk mengundang kaum muda dari berbagai negara dan wilayah ke Jepang dalam waktu singkat, dan memungkinkan mereka untuk mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir serta budaya Jepang.
Ada dua jenis program SSP, yaitu Open Application Program dan JST Direct Invitation Program. Salah satu dari program tersebut, yaitu Open Application Program diikuti oleh dosen Universitas Darussalam Gontor, Ustadz Oddy Virgantara Putra, Dosen pada Prodi Teknik Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi pada 6-16 September 2023.
Program SSP dilakukan oleh lembaga di Jepang baik berupa universitas ataupun lembaga swasta. Open Application Program dari SSP memiliki tiga jenis kursus, yaitu Kursus A, B, dan C. Tiap kursus memiliki tujuan yang berbeda-beda. Kursus A fokus pada pertukaran pelajar dalam bidang sains dan teknologi dengan durasi maksimal 7 hari. Sedangkan Kursus B, memiliki tema semacam joint research jangka pendek dengan maksimal durasi 3 pekan. Sedangkan Kursus C, dikhususkan untuk program pelatihan. Dosen UNIDA Gontor ini mengikuti kursus C yang berlangsung selama 10 hari.
Jepang memiliki perkembangan sains dan teknologi yang mutakhir. Akan tetapi, pengakuan dunia terhadap Jepang dalam hal ini masih lemah. Melalui program ini, harapannya agar para pemuda lebih tertarik untuk ambil peran dalam bidang sains dan teknologi dan budaya Jepang, serta kolaborasi dengan pemuda di Jepang.
Ada 9 peserta yang mengikuti program Sakura ini. Peserta ini terdiri atas 3 mahasiswa doktoral, dan sisanya mahasiswa magister dari berbagai universitas ataupun lembaga swasta di Indonesia.
Ustadz Oddy sedikit memberikan tips dalam mengikuti program ini. Menurutnya, Program SSP ini biasanya dibuka tiap tahun dalam beberapa batch. Pertama, Anda harus mengunjungi situs SSP di https://ssp.jst.go.jp. Pada situs tersebut Anda dapat menemukan informasi di menu Open Application Program.
Di situ tersedia program yang ditawarkan beserta jadwal untuk masing-masing batch. Di sana sudah termaktub juga semua persyaratannya. Setelah itu, Anda harus menghubungi salah satu universitas yang akan menjadi host melalui email dengan melampirkan proposal kegiatan. Setelah universitas setuju menjadi host, mereka yang akan berhubungan langsung dengan pihak JST. Terakhir, perbanyak doa. [Fath]





















